
Cerita Sex Seksinya Bu Siska Ibu Angkatku
Cerita sex seksinya bu siska ibu angkatku - Jumat pagi itu, saya cuma separuh hari ke kampus. Siang serta sore itu memanglah terasa agak berbeda hari ini. Bisa jadi sebab hendak terdapat peristiwa istimewa yang hendak kualami bagaikan pengalaman baru makanya gairah jadi lebih dari hari- hari umumnya.
Saya sukses pula buatnya bertahan lebih lama, dengan style yang romantis itu tadi, yang pasti saja alihkan atensi serta membuat dia Gram dengan pujian- pujianku. Dikala ini saya memanglah mau kami menggapai klimaks bersama- sama, oleh karena seperti itu dikala penisku merasakan indikasi klimaks di bilik Miss V Bu Hesti, saya langsung menyudahi bergoyang. Hasilnya, telah 30 menit game, dia belum keluar pula, saya juga berupaya buat menggapai klimaks yang lekas. Tiap gesekan bilik penisku serta vaginanya, sangat kuresapi sehingga sebagian dikala sehabis kira- kira 45 menit persetubuhan itu berjalan saya mulai merasakannya.
…. oooouuuhhh.. tanteeeeehhh…keluar bersama yuuukk say…,..
…. uuuuhhh.. yesss.. mari sayaaaangg.. tanteeeh pula sudaaah nggaaaa sangguuup lagiiiiihh oouuuhhhh…ooohhh.. yessss.. yesss.. yesss.. yesss…aaaa u uuhhh…. nikmaaatnyaaaahhh oou uuhhhh…. hhhhh…. budiiiihhhh.. buuuuudiii.. budiiii.. b udiii.. yesss!!! yes!!! Tekan sayang, tekan sayaaaang..,.. desahannya berganti jeritan, saya pula terus menjadi memesatkan naik turun, saat ini menghempas keras pinggang kami.
…. Yes tante! Tante! Tante! Tante! Ooouuuhhhh….. goyang sayang oouuhh!!!..
…. Peeeluukkk tanteeehhh aaaoouuuhhh.. sayaaang peluk tante, peluk tante oouuhhhh!!..
Kesimpulannya dia melepas pula, menyembur didalam situ, dari lubuk rahimnya keluar cairan hangat menerpa kepala penisku.
…. oooouuuhhh.. yeeess.. tante, tanteeeeeee oooooohhhhhhh!!!!.. saya melepas pula sebagian detik sehabis Bu Hesti orgasme. 1, 2, 3, 4, 6, 7, 9, 12,, 15kali semburan spermaku di dalam liang vaginanya. Penuh! Hingga menyembur sebagian tetes keluar dari kemaluan Bu Hesti.
Lama kami silih mendekap erat sekali, saya menindih sembari memeluk kokoh badan bagian atasnya, betul- betul lezat badan dosenku ini, kedua payudaranya tergencet dadaku. Bibirnya kubekap dengan bibirku, kusedot lidah Bu Hesti, kutelan liurnya nyaris tidak bersisa. Bu Hesti pula dengan bersemangat menyedot lidahku. Luar biasa game ini!
…. mmmmhhhh…. nikmatnya saaay…. tante puas sekali..,..
…. aku pula tante, tante tadi hebat!.. pujiku
…. hebat gimana say….
…. dapat lama begitu, aku puas sekali,..
…. Ah, itu sebab kalian yang ngajari tante. Mulanya semenjak tadi tante telah nyaris hingga tetapi sebab kalian ajak ngobrol jadi tante dapat bertahan lama,..
…. pokoknya tante luar biasa, nanti jika main bertiga tante pula wajib mengendalikan supaya dapat lama semacam tadi,..
…. hendak tante coba, tetapi umumnya tante ngga dapat kontrol, jika telah terasa geli sedikit aja, tentu tante langsung genjot trus keluar deh..,.. akunya polos.
Kucium pipinya dengan mesra, tante membalas hingga sebagian menit sehabis itu dia memohon rehat dahulu sebab seharian tadi dia telah.. kerja keras.. merayu Bu Siska biar ingin main bertiga.
Kubiarkan dia tertidur disamping saya yang melamun membayangkan gimana rasanya esok kami( saya, Bu Siska serta Bu Hesti) hendak menikmati 2 hari di Villa puncak, main bertiga buat yang awal kalinya. Kubayangkan gimana saya hendak melayani serta dilayani 2 wanita menawan paruhbaya bertubuh montok ini. Satu merupakan bunda angkatku yang sepanjang ini jadi partner seks senantiasa serta satunya lagi merupakan dosen akuntansiku di kampus.
Bu Siska memiliki buah dada besar, dapat buat menjepit penisku. Memeknya berbulu rimbun sekali, saya hobi menjilatnya, mainnya kreatif serta memiliki banyak ilham buat membuat saya senantiasa merasa berbeda dari waktu ke waktu. Bu Hesti memiliki wajah menggairahkan, membuat tiap orang yang memandangnya jadi nafsuan, susunya tidak sebesar kepunyaan bunda, tetapi saya suka wujudnya yang agak panjang semacam pepaya, meski telah sedikit turun sebab umur serta 4 orang anak yang menetekinya dahulu.
Yang sangat kusuka dari Bu Hesti merupakan memeknya yang masih terasa kecil, meski tidak se-.. empot- empot.. memek bunda angkatku, memek Bu Hesti terasa lebih mencengkeram. Bisa jadi sebab saya baru memanfaatkannya sebagian kali saja dibandingkan memek Bu Siska yang nyaris masing- masing hari serta masing- masing jam saya jejali dengan penis perkasa ini.
Gara- gara keasikan melamunkan bayangan vulgar itu, saya jadi tegang lagi. Sejam saja semenjak orgasme tadi, saya kembali memohon jatah dari Bu Hesti. Malah kali ini kubiarkan dia terlelap serta dengan hati- hati kumiringkan tubuhnya serta menekuk satu kakinya kedepan. Dengan hati- hati sehabis menempatkan diri berjongkok di balik pantatnya yang semok itu, saya melekatkan kemaluanku pas dibibir vaginanya yang masih saja basah akibat tumpahan cairan kelamin kami tadi. Blesss!!! Sekali dorong, langsung tertembus. Pemiliknya kaget serta terbangun, menciptakan dirinya lagi dientot lagi.
…. oooouuhhh…. saaayyy…kamu jahaaaaatttt.. aaaaaaaaahhhh..,.. walaupun begitu dia menikmati pula.
Kesimpulannya game itu berlangsung pula, kubawa dia terbang melayang berulang kali hingga sehabis itu saya melepas buat yang keduakali hari ini dalam vaginanya. Ah.. Bu Hesti, Bu Hesti…Nikmatnya memekmu!!!
Hingga di rumah malam itu, saya langsung masuk kamar. Serta betapa saya kaget memandang panorama alam di dalam situ. Di tempat tidurku telah tiduran seseorang wanita paruh baya, menggunakan daster tipis, pakaian tidur transparan dari bahan sutra putih lembut yang lumayan membagikan cerminan wujud badan sintal nan aduhai.
Mukanya menyunggingkan senyum yang lebih berarti ajakan bagiku buat lekas.. menyantap.. hidangan itu mentah- mentah! Huh, bunda warnanya pula menginginkan itu, sehingga tanpa permisi padaku, begitu saya duduk di pinggiran tempat tidur serta hendak menciumnya dia menyongsong dengan bersemangat. Tangannya langsung dengan cekatan mencomot satu- persatu pelapis tubuhku.
…. kalian jahat membiarkan bunda menunggu dari sore tadi…., esok kita hendak ke puncak. Bu Hesti pasti telah memberitahukan itu,.. lembut serta datar sekali suaranya, menampilkan betapa dia seseorang bunda yang matang raga serta mental.
…. apa itu Bu….
…. bandel kalian, pura- pura tidak ketahui,.. lanjutnya sehabis sukses melepas seluruh pakaianku
…. Baru saja kalian tentu telah melayani Bu Hesti, saat ini apa masih terdapat sisa buat ibu….
…. haaah…. saya kaget nyatanya bunda ketahui itu. Tetapi belum lagi saya habis berpikir gimana dia hingga mengetahuinya, bunda telah menindih, dengan sedikit mengangkut gaun tipis itu dia langsung menempatkan diri diatas pinggangku yang saat ini terbaring dengan penis yang sedini itu pula tegang membeku.
…. ayoooh say, bunda telah basaah dari tadi, ngga tahan mbayangin kalian terus, oouuh,..
…. ssshhhh.. oouuhh ibuuuuuhhh enaaaakhhhh,.. desahku meluncur begitu dia merendahkan pantatnya serta membalut penis tegangku kedalam celah liang vaginanya. Langsung menggoyang naik turun, pelan, pelan, dipercepat, agak kilat serta terus menjadi kilat sehingga saat ini keciplaknya mulai terdengar keras.
Plak! Plak! Plak! Bunyi kemaluan kami yang bertaut serta mulai becek disekitarnya akibat cairan bunda yang nyatanya memanglah telah banyak sekali. Nafsunya telah sangat tidak tertahan warnanya, sehingga sekejap saja dia telah.. basah.. semacam itu.
…. Oooohhhhh!!! Ooohhh.. ooooohhhh.. ooohhh.. aaahhh.. oooohhh,.. jeritnya keras sembari menjambak- jambak sendiri rambutnya yang lepas tergerai. Kubelai buah dada besar bunda yang telah lama jadi.. hak- ku.. itu.
…. oooohhh yyeeeeessshhhh yaaang kerassshhh remeeeeshhh susu ibuuu!!!.. teriaknya lagi.
Tidak tahan dengan sensasi nikmat bunda angkatku ini, saya jadi ikut- ikutan bernafsu. Kubanting badannya, giliran saya yang diatas memompa naik turun. Sementara itu gaun tidur sutra itu masih menempel serta saat ini melingkari pinggangnya. Bagian dadanya melorot kebawah serta roknya terangkat keatas pinggang. Suatu panorama alam yang malah membuat nafsu terus menjadi terpanggang birahi. Saya menghempas sejadi- jadinya, menggenjot sekeras- kerasnya serta menusuk sedalam- dalamnya. Mulutku acapkali menunduk serta langsung mencapai puting buah dadanya, menyedot menarik- nariknya dengan gemas.
Bunda tidak ingin pasif saja, sejurus setelah itu dia membalikkan posisi. Saya kembali terletak dibawah, dia berbalik menghadap ke arah kakiku, sembari terus saja mengocok vaginanya dengan penisku turun naik. Bongkahan pantatnya yang semok besar kuremas- remas, kala terangkat ke atas dia menampilkan betapa kemaluanku yang tegak serta keras itu menyangga celah bibir vaginanya. Dikala turun menghempas keras, dia memunculkan keciplak semacam suara tepuk tangan. Betul- betul panorama alam yang sensasional serta memabukkan.
…. Say, hhhooooohhhhh ibuuuhh nggggaaaa taaaahaaannnn.. mooo keeeluar aaauhhh!!!..
…. yyaaahhh buuuhhh ayoooohhh keluarin…hhhh, tapiiii hhhheehhh baliikk duluh.. pintaku sembari terengah- engah.
Sejenak setelah itu dia melepas pertautan Miss V serta penis itu. Kemudian tiduran telentang disampingku. Kakinya dinaikan besar keatas dengan paha yang membuka lebar, menampilkan belahan bibir Miss V yang merah merekah dengan bulu rimbun itu. Betul- betul sensasional! Miss V itu saat ini menganga lebar menunggu penisku buat.. menuntaskannya.. dengan lekas.
…. ah.. ibu…,.. saya hingga berguman mengagumi panorama alam yang terhidang begitu sempurna dihadapanku saat ini.
…. mengapa saaaay…. rajuknya manja.
…. Miss V bunda bagus sekali…,.. dengan jujur kukatakan.
…. ah kalian dapat aja, mari say.. bunda ngga tahan niih..,.. pintanya sekali lagi. Saya yang setelah itu tidak tahan pula. Secepatnya kutempatkan pinggangku diantara pahanya, melekatkan penisku di bibir merah vaginanya, mencapai kedua susu besar bunda dengan kedua tanganku serta langsung menggenjot keras serta kilat sekali.
…. Ooooooouuuuuhhhhh…aaaaaahhhh.. ahhhh.. ahhh.. ahhhh.. ah hh.. yesss!!!!.. jeritan khas Bu Siska tiap kali dia hendak menjelang orgasme.
Saya bergerak tanpa sela waktu, terus menggenjot naik turun sembari meremas serta berpegang pada buah dada besar itu.
…. mmmmmmm……mmmmm.. mmmmhhhhhhhh.. oooooohhhh.. iiibuu uuh h keluaar rrrrrrrrr…. ooooooooooooouuuuhhhhhhhhhh yesss yesss yesss…haaaaaaaaahhhhh,.. jerit panjang itu mengantarnya hingga di ujung kenikmatan.
…. Yaaahhhh.. buuuuhhh ayooohhh keluariiinnn semuaaahhh ooohhh meeemeeek ibuuuuhh enakkkk ooouuhhh.. sshhhh…jepiitttt buuuuhhh ooouuhhhhh,.. saya turut berteriak merasakan jepitan Miss V bunda yang terus menjadi keras saat- saaat dia terasa melepas di dalam situ. Duh, nikmatnya memek bunda angkatku ini.
Sebagian dikala badannya membeku, pahanya mengapit tubuhku dengan kokoh. Dia melepas dengan begitu nikmat. Saya menunduk membagikan ciuman mesra sehabis dia sedikit merenggang menyelesaikan puncak orgasmenya.
…. jangan kurang ingat, bu. Aku belum….,.. bisikku pelan sembari mengecup balik telinganya, berupaya membuat bunda bangkit lagi.
…. yaaa.. sayang, goyang aja yang pelan.. bunda masih mampu, tetapi yang pelan aja ya….
…. baik bu,.. saya mulai menggoyang lagi. Dengan pelan semacam permintaannya. Dengan mesra semacam yang lebih saya suka.
…. I love you, Bu..,.. bisikku sembari terus menggoyang naik turun diatas badannya. Matanya yang sedari orgasme tadi terpejam, membuka serta menatapku semacam tidak yakin.
…. bunda pula sayang kamu…. oouuuhhhh…nikmatnyaaahhhh,.. bunda langsung memelukku erat. Membelai lembut punggungku. Saya meneruskan goyangan pinggul naik turun diatas pangkal pahanya dengan pelan serta mesra.
Bibir kami bertaut, silih melumat didalam situ, lidahku serta lidah bunda semacam berebut membelai dinding- dinding dalam rongga mulut kami.
Pahanya mulai menjepit, mengapit pinggangku yang terus bergoyang. Bu Siska warnanya sudah bangkit lagi dengan game lidahku di permukaan buah dadanya. Bibirnyapun mulai menggumam lagi, nafasnya turun naik.
Kupercepat goyangan dari atas,.. ooooouuhhh…sayaaang..,.. desahnya,
Bunda mulai berupaya mengimbangi goyanganku, pinggulnya terbuat meliuk semacam menuntun alur kemaluanku dalam liang vaginanya.
…. ssshhhhh…. ibuuuu diatas say..,..
Kami berputar posisi. Bunda saat ini menindih, berat pula sebab dimensi badannya yang montok besar itu. Tetapi kenikmatan liang vaginanya yang terus membalut lembut penisku membuat saya tidak merasakan beban badannya. Dia saat ini asyik bergoyang, pelan awal mulanya serta bertahap dipercepat.
Kali ini saya tidak ingin berlama- lama lagi, bertepatan dikala bunda menyodorkan buah dadanya ke mulutku, pahanya semacam mengepit membagikan ciri kalau dia telah menjelang orgasme lagi. Memanglah telah tigapuluh menit semenjak orgasmenya yang awal tadi.
…. ibuuuhhh ingin keluar….
…. iyaahhh saaayaaangg.. hhhh seeebenntaaar lagiiiihhh rasanyaaahhh..,..
…. samaaahh—samaaahhh buuuhhhh.. aku jugaaah,..
…. ayoooohh saaayyy sekaraaanggg.. hhh.. hhhh.. hhhh.. ooouuhhhh…,..
bunda memesatkan genjotannya. Saya mempererat pelukanku, kami berciuman mesra, dengan kokoh serta sepenuh hati. Hingga setelah itu..
…. aaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuhhhhhhhh.. ssshhhh.. ooo ooo hhhhhhhhh.. ibuuuu keeelu aaaarrrrrr…buuuuddiiiiihhh…iiiyeeesss…ooouuhhhh h yeeeeessss.. ooohhh yeessss,.. jeritnya panjang sambil menjepit keras.
Sebagian detik setelah itu saya menyusul..
…. Ooooooooooohhhhhh.. buuuuuuuhhhh…. aaahhhhhhhh.. ye sss yess yesss yesss oouh yess ouh yesss ouhhh yesssss….!!!!.. saya melepas puas.
Buat berulang kalinya pada hari ini kutumpahkan spermaku dalam liang Miss V wanita paruh baya ini. Puas telah rasanya menikmati sari badan Bu Siska yang saat ini terkapar disebelahku.
…. Bu…,.. saya memanggilnya separuh berbisik.
…. iya sayang.. sahut bu Siska mesra sembari mengecup.
…. bunda ingat tidak kalo esok pagi kita mengapa di puncak…,.. saya ragu melanjutkannya.
…. ingat dong, say…emang mengapa.. Terdapat perubahan….
…. engga sih, Hanya Budi koq canggung ngomongnya…,..
…. malu.. Masa sih kalian malu say….
…. bunda sendiri gimana….
…. eeemmmm…gimana yaaah.. asyik pula, malah bunda tidak sabaran rasanya…hehehe jadi malu…,.. bunda menutup mukanya dengan bantal. Saya geli pula membayangkan peristiwa esok. Benar pula kata bunda. Pastilah sangat mengasikkkan. Ah saya tidak tabah lagi!!!
…. Telah ah, saat ini mencuci dahulu gih…belepotan tuh!.. kata BU Siska sembari menarik tanganku ke arah kamar mandi. Berakhir bersih- bersih, saya mengajak bunda tidur di kamarnya, lebih luas serta harum.– sekian cerita sex seksinya bu siska ibu angkatku
Baca juga : Bercinta Dengan Adik Di Tempat Terbuka
Baca juga : Bercinta Dengan Adik Di Tempat Terbuka




Tidak ada komentar:
Posting Komentar