Sediakan tisue sebelum membaca gan
Hawa Nafsu Seks Yang Tinggi Sekali

Kami kerap melaksanakan aktivitas seks bila terdapat kesempatannya kadangkala kami bercinta di kamar Eka kadangkala pula dikamarku, ia yang usianya telah 23 tahun berceriata dikala lenyap kegadisannya waktu ia kelas SMA, intinya ia lenyap keperawanan dijebak oleh pacarnya sendiri, dikala perayaan ulang tahunnya yang ke 17 ia terbuat mabuk oleh pacarnya serta di perkosa bareng bareng bersama sahabat temannya.

Paginya sehabis siuman ia di antar kembali serta pacar ataupun kedua temannya menghilang entah kemana. Sehabis lulus SMA kesimpulannya ia memutuskan buat kuliah di Bali jurusan hotel serta tourisme.

Semenjak kuliah di Bali juga ia telah sebagian kali melaksanakan sex dengan sebagian sahabat kuliah- nya. Ikatan kami juga hanya bagaikan sahabat, tidak lebih, ikatan kami bersumber pada suka sama suka. Bisa jadi sebab umur ku yang lebih muda.

Cuma saja saya bisa dengan bebas buat badannya kapan saja saya ingin. Hubunganku dengan Eka juga tidak dikenal oleh Wati kakaknya yang telah bekerja di salah satu hotel di kawasan Jimbaran.

Wati , tidak kalah cantiknya dengan Eka . Keduanya mempunyai kulit yang putih bersih. Wati lebih berusia dalam pembawaan serta lezat pula diajak ngobrol. Sebab Wati pula menawan saya kerap bercanda dengan Eka  berkata mau ketahui rasanya apabila berhubungan dengan Wati. Eka kadangkala tertawa serta kadangkala marah kalo saya mengatakan begitu. Walaupun marah, Eka hendak lenyap kemarahannya jika kucumu lagi.

Semacam halnya sore itu, Kala saya baru kembali kuliah, kulihat kamar Eka terbuka namun tidak terdapat orang didalamnya. Sebab suasana kost yang hening akupun masuk ke kamarnya serta mendengar terdapat yang lagi mandi serta akupun menutup pintu kamar Eka . Telah seminggu lebih saya menginap di Denpasar sebab lagi tes akhir.

Sehabis pintu kututup, kupanggil Eka yang terdapat dikamar mandi.

“ Ka, lagi mandi yah? tanyaku basa- basi.

Tidak terdapat jawaban dari dalam kamar mandi. Akupun melanjutkan.

“ Kalian marah yah Ka?, Maaf yah saya gak kasih ketahui kalian kalo saya ingin nginep di Denpasar. Hari ini saya ingin buat kalian puas Ka. Saya hendak cium kalian, buat kalian puas hari ini. Saya aka.

“ Mandi kucing kan kalian Ka mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.” Rayuku.

Masih tidak terdapat jawaban dari dalam kamar mandi.

“ Ka, ingat film yang dahulu kita tonton kan. Saya hendak buat kalian puas sebagian kali hari ini saat sebelum kau rasakan penisku ini Ka. Saya hendak cium vaginamu hingga kau menggelinjang puas serta meminta supaya saya memasukkan penisku”.

Terdengar suara batuk kecil dari dalam kamar mandi.

“ Ka, kututup pintu serta gordennya yah Ka”. Akupun berputar serta menutup gordin jendela yang memanglah masih terbuka.

Kala gordin kututup, kudengar pintu kamar mandi terbuka. Akupun tersenyum serta bersorak dalam hati. Sehabis saya menutup gordin akupun berputar. Serta nyatanya, yang terdapat dalam kamar mandi itu merupakan Wati, kakak Eka , yang baru saja berakhir mandi keluar dengan memakai bathrope bercorak pink serta duduk diatas tempat tidur dengan kaki bersilang serta nampak dari belahan bathropenya.

Kaki yang putih terpelihara, betisnya yang indah nampak terus sampai ke pahanya yang putih, kencang serta seksi sangat menantang sekali buat dielus.

Belum lagi silangan bathrope di dadanya agak kebawah sehingga nampak dada putih serta belahan payudaranya. Kukira dimensi Branya sedikit lebih besar dari Eka , sebab saya belum sempat menyentuhnya.

“ Eka lagi ke Yogya, ia lagi Praktek kerja sepanjang 2 bulan” Kata Wati sembari memainkan tali bathrope- nya.

“ Jadi sepanjang ini kalian suka make love ya sama Eka , sementara itu saya yakin kalian tidak hendak begitu sama adikku”

“ Maaf Mbak, saya gak ketahui kalo yang didalam itu Mbak Wati” Kataku sembari mataku memandang wajah Wati.

Rambutnya yang gelap sepundak tergerai basah. Dada yang putih dengan belahan yang nampak lumayan dalam. Paha yang putih lembut serta kencang sampai betis yang terpelihara apik. Jika menurutku Wati boleh menemukan angka 8 sampai 8, 5.

“ Kemudian kalo bukan Mbak mengapa?, Kalian enggak ingin mencium Mbak, buat Mbak puas, emandikucingkan Mbak semacam yang kalian bilang tadi?” Tanya Wati memancingku.

“ Saya sih ingin aja Mbak kalo Mbak kasih” Jawabku langsung tanpa pikir lagi sembari melangkah ke tempat tidur.

Karena bagaikan pria wajar saya telah tidak kokoh menahan nafsuku memandang sesosok perempuan menawan yang nyaris tentu telanjang sebab baru berakhir mandi. Belum lagi panorama alam dada serta putih lembut yang sangat menggoda.

“ Kalian telah lama make love dengan Eka , Ren?” Tanya Wati kala saya duduk di sebelah kirinya. Saya tidak langsung menanggapi, sehabis duduk di sebelahnya saya mencium wangi harum badannya.

“ Badan Mbak harum sekali”, kataku sembari mencium lehernya yang putih serta jenjang.

Wati  menggeliat serta mendesah kala lehernya kucium, mulutku juga naik serta mencium bibirnya yang mungil serta merah merekah. Wati juga membalas ciumanku dengan hangatnya. Lama- lama kumasukkan lidahku ke dalam rongga mulutnya serta lidah kami juga silih bersentuhan, perihal itu membuat Wati terus menjadi hangat.

Perlajan tangan kiriku menyelusup ke dalam bath robenya serta meraba payudaranya yang kenyal. Sembari terus berciuman kuusap serta kupijat lembut kedua payudaranya bergantian. Payudaranya juga kian membeku serta putingnyapun mulai naik. Sesekali kumainkan putingnya dengan tanganku sembari terus melumat bibirnya.

Saya juga mengganti posisiku, kurebahkan badan Wati di tempat tidur sembari terus melumat bibirnya serta meraba payudaranya. Sehabis badan Wati rebah, lama- lama mulutku juga turun ke lehernya serta tanganku juga menarik tali pengikat bathrope- nya.

Sehabis talinya terlepas kubuka bathropenya. Saya menyudahi mencium lehernya sebentar buat memandang badan perempuan yang hendak kutiduri sebentar lagi, sebab saya belum sempat badan Wati tanpa seutas benang sedikitpun. Sangat panorama alam yang indah serta tanpa cela sedikit juga.

Payudaranya yang putih serta tegak menantang berdimensi 36 C dengan puting yang telah naik sangat menggairahkan.

Pinggang yang ramping sebab perutnya yang kecil. Bulu halus yang berkembang di dekat selangkangannya nampak apik, bisa jadi Wati baru saja mencukur rambut kemaluannya. Sangat panorama alam yang sangat indah.

Hawa Nafsu Seks Yang Tinggi Sekali

“ Hh” Desah Wati membuyarkan lamunanku, Saya juga langsung melanjutkan kegiatanku yang tadi terhenti sebab mengagumi keelokan badannya.

Kembali kulumat bibir Wati sembari tanganku mengelus payudaranya serta lambat- laun turun ke perutnya.

Ciumanku juga turun ke lehernya. Desahan Wati juga kian terdengar. Lama- lama mulutku juga turun ke payudaranya serta menciumi payudaranya dengan leluasanya. Payudaranya yang kenyal juga membeku kala saya mencium sekitar payudaranya.

Tanganku yang lagi mengelus perutnya juga turun ke pahanya. Terencana saya membelai sekitar vaginanya dulu buat memancing respon Wati.

Kala tanganku mengelus paha bagian dalamnya, kaki Wati juga merapat. Terus kuelus paha Wati sampai kesimpulannya lama- lama tanganku juga ditarik oleh Wati serta ditunjukan ke vaginanya.

“ Elus dong Ren, Supaya Mbak ngerasa lezat Ren” Ucapnya sembari mendesah.

Bibir Miss V Wati telah basah kala kesentuh. Kugesekan jariku sejauh bibir kemaluan Wati, serta Wati juga mendesah. Tangannya meremas kepalaku yang masih terletak di payudaranya.

“ Ahh, terus Ren”, Pinggulnya kian bergyang hebat sejalan dengan rabaan tanganku yang kian kilat. Jari- jariku kumasukkan kedalam lubang vaginanya yang semakn basah.

“ Ohh Ren lezat sekali Ren”, desah Wati kian hebat serta goyangan pinggulnya kian kilat.

Jariku juga terus menjadi bebas bermain dalam lorong kecil Miss V Wati . Kucoba masukan kedua jariku serta desahan dan goyangan Wati kian hebat membuatku terus menjadi terangsang.

“ Ahh Ren”, Wati juga merapatkan kedua kakinya sehingga tanganku terjepit di dalam lipatan pahanya serta jariku masih terus mengobok- obok vaginanya Wati yang kecil serta basah.

Remasan tangan Wati di kepalaku terus menjadi kencang, Wati semacam lagi menikmati puncak kenikmatannya. Sehabis berlangsung lumayan lama Wati juga melenguh panjang jepitan tangan serta kakinya juga mengendur.

Peluang ini langsung kupergunakan sedini bisa jadi buat melepas kaos serta celana jeansku. Penisku telah tegang sekali serta terasa tidak aman sebab masih tertekan oleh celana jeansku.

Sehabis saya tinggal mengunakan CD saja kuubah posisi tidur Wati . Semula segala tubuh Wati terdapat di atas tempat tidur, Saat ini kubuat cuma pinggul ke atas saja yang terdapat di atas tempat tidur, sebaliknya kakinya menjuntai ke dasar.

Dengan posisi ini saya dapat memandang Miss V Wati yang merah serta indah. Kuusap sesekali vaginannya, masih terasa basah. Akupun mulai menciumi vaginanya. Terasa lengket tetapi harum sekali. Kukira Wati senantiasa melindungi bagian kewanitaannya ini dengan tertib sekali.

Hawa Nafsu Seks Yang Tinggi Sekali

“ Ahh Ren, lezat Ren”, racau Wati . Pinggulnya bergoyang bersamaan jilatan lidahku di sejauh vaginanya. Miss V merahnya terus menjadi basah oleh lendir vaginanya yang harum serta jilatanku. Desahan Wati juga kian hebat kala kumasukkan lidahku kedalam bibit lubang vaginanya. Eka juga menggelinjang hebat.

“ Terus Ren”, desahnya. Tanganku yang lagi meremas pantatnya yang padat ditariknya ke buah dada. Tnagnku juga bergerak meremas- remas payudaranya yang kenyal. Sedangkan lidahku terus menerus menjilati vaginanya. Kakinya menjepit kepalaku serta pinggulnya oun bergerak tidak beraturan. 10 menit perihal ini berlangsung serta Wati juga menalami orgasme yang kedua.

“ Ahh Ren, saya keluar Ren”, saya juga merasakan cairan hangat yang keluar dari vaginanya. Cairan itu juga kujilat serta kuhabiskan serta kusimpan dalam mulutku serta secepatnya kucium bibir Wati yang lagi terbuka supaya ia merasakan cairannya sendiri.

Lama kami berciuman, serta lama- lama posisi penisku telah terletak pas didepan vaginanya. Sembari terus menciumnya kugesekkan ujung penisku yang mencuat keluar CD ku ke bibir vaginanya. Tangan Wati yang semula terletak disamping bergerak ke arah penisku serta menariknya. Tangannya mengocok penisku lambat- laun.

“ Besar pula memiliki kalian Ren, panjang lagi” Ucap Wati di sela- sela ciuman kami.

Sembari masih berciuman saya membebaskan CDku sehingga tangan Wati dapat bebas mengocok penisku. Sehabis 5 menit akupun menepis tangan Wati serta menggesekkan penisku dengan bibir vaginanya. Posisi ini lebih lezat dibanding dikocok.

Lama- lama saya mulai memusatkan penisku kedalam vaginanya. Kala penisku mulai masuk, tubuh Wati juga sedikit terangkat. Terasa basah sekali namun nikmat. Lobang vaginanya lebih kecil dibanding Eka , ataupun bisa jadi sebab lubang vaginanya belum terbiasa dengan penisku.

“ Ahh Rensha.. Begitu sayang, lezat sekali sayang” Racaunya kala penisku bergerak maju mundur. Pinggul Wati  juga terus menjadi liar bergoyang mengimbangi gerakanku. Akupun terus menciumi bagian balik lehernya.

“ Ahh..” desahnya terus menjadi jadi. Akupun terus menjadi bernafsu buat terus memompanya. Terus menjadi kilat gerakanku terus menjadi kilat pula goyangan pinggul Wati . Kaki Wati yang menjuntai ke dasar juga bergerak melingkari pinggangku. Akupun mengganti posisiku sehingga segala tubuh kami terdapat di atas tempat tidur.

Sehabis segala tubuh terdapat diatas tempat tidur, akupun menjatuhkan dadaku diatas buah dada besar serta kenyalnya. Tanganku juga bergerak ke balik pinggulnya serta meremas pantatnya yang padat.

Goyangan Wati  juga terus menjadi menggila oleh remasan tanganku di pantatnya. Sebaliknya pinggulku juga terus menerus bergerak maju mundur dengan kilat serta goyangan pinggul Wati yang terus menjadi liar.

“ Ren.. Kalian hebat Ren.. Terus Ren.. Penis kalian besar keras serta panjang Ren.. Terus Ren.. Goyang lebih kilat lagi Ren..” begitu racau Wati di sela kenikmatannya.

Saya juga terus menjadi kilat menggerakkan pinggulku. Miss V Wati memanglah lebih lezat dari Eka adiknya. Lebih kecil sehingga penisku sangat menikmati terletak di dalam vaginanya. Goyangan Wati yang kian liar, desahan yang tidak beraturan membuatku terus menjadi bernafsu serta memesatkan gerakanku.

“ Mbak saya ingin keluar Mbak” Kataku.

“ Di dalam aja Ren supaya lezat” desah Wati sembari tangannya memegang pantatku seakan ia tidak ingin penisku keluar dari vaginanya sedikitpun.

“ Ahh” Desahku dikala saya memuntahkan seluruh cairanku kedalam lubang rahimnya.

Tangan Wati menekan pantatku sembari pinggulnya mendesak keatas, seakan ia masih mau melanjutkan lagi, matanya juga terpejam. Saya juga mencium bibir Wati . Dengan posisi badanku masih diatasnya serta penisku masih dalam vaginanya. Mata Wati terbuka, ia membalas ciuman bibirku sampai lumayan lama. Tubuhnya basah oleh keringatnya serta pula keringatku.

“ Kalian hebat Ren, saya belum sempat sepuas ini tadinya” Kata Wati .

“ Mbak pula hebat, Miss V Mbak kecil, legit serta harum lagi.” Ucapku.

“ Memanglah Miss V Eka enggak” senyumnya sembari menggoyangkan pinggulnya.

“ Sedikit lebih kecil Mbak memiliki dibandingkan Eka ” jawabku sembari menggerakkan penisku yang masih menancap di dalamnya. Tampaknya Wati masih mau melanjutkan lagi pikirku.

“ Penis kalian masih keras Ren?” tanya Wati sembari memutar pinggulnya.

“ Masih, Mbak masih ingin lagi?” tanyaku

“ Ingin tetapi Mbak diatas ya” Kata Wati .

“ Cabut dahulu Ren”

Sehabis dicabut, mulut Wati juga bergerak serta mencium penisku, Wati mengulum penisku terlebih dulu sembari membagikan vaginanya padaku. Kembali terjalin pemanasan dengan posisi 69. Desahan- desahan Wati , Miss V Wati  yang harum membuatku melupakan Eka sedangkan waktu.

Hari itu semenjak jam 5 sore sampai besok paginya saya bercinta dengan Wati , entah berapa kali kami orgasme. Serta itu juga berlangsung nyaris tiap malam sepanjang Eka belum kembali dari Praktek Kerjanya di yogya sepanjang 2 bulan lebih. Kupikir mumpung Eka tidak terdapat kucumbu saja kakaknya dahulu.

Cerita Sex Pengalaman Fantasi Sex Bertiga

Cerita Sex Pengalaman fantasi sex bertiga. Istriku, Putput serta saya sudah berumah tangga sepanjang sebagian tahun lamanya serta kerap dalam tahun- tahun pernikahan kami tersebut saya berfantasi tentang ia bercinta dengan laki- laki lain. Seseorang laki- laki sempurna yang menyetubuhinya dengan hebat serta membuat istriku mengerang keenakan menikmatinya.

Dalam setahun belum lama ini, saya senantiasa mengatakan fantasiku ini kala terletak di atas ranjang serta kurasakan ia senantiasa jadi lebih bergairah karenanya serta hendak diiringi dengan game seks yang liar serta ledakan multi orgasme tiap kalinya.

Perkaranya, bila diluar zona ranjang Putput tidak sempat ingin mendiskusikan perihal tersebut denganku, yang perihal itu membuatku lumayan merasa frustrasi. Bila saya berupaya buat mengajak ia buat mendiskusikannya ia langsung marah serta berangkat. Putput memanglah seseorang perempuan dengan latar balik keluarga yang sangat ketat pembelajaran agamanya.

Istriku Putput dikala ini berumur 35 tahun. Besar serta berat tubuhnya yang rata- rata senantiasa terpelihara wujudnya sebab rutinnya ia berangkat ke pusat kebugaran 2 kali dalam seminggu. Payudaranya pula sedang- sedang saja, tetapi ia mempunyai puting susu yang lumayan besar dikala gairahnya dibakar.

Serta yang sangat membuatku bangga beristrikan ia merupakan mukanya yang sangat manis serta teramat menarik, disamping kepribadiannya yang baik serta senyumannya yang senantiasa bisa meredakan amarahku. Ia pula seseorang pendamping bercinta terbaik yang sempat kudapatkan.

Kesimpulannya, kuputuskan supaya fantasiku tentang ia bercinta dengan laki- laki lain bisa terwujud, saya wajib berupaya metode yang berbeda dengan jalur yang kupakai sepanjang ini. Saya ketahui ia sangat selektif terhadap laki- laki. Maksudku sepanjang pernikahan kami saya ingat terdapat dekat 4 ataupun 5 laki- laki lain yang sanggup menarik perhatiannya.

Kesemuanya dengan karakter yang unik, bisa kukatakan begitu, besar, gagah, serta menarik. Hasilnya, sehabis sedikit kembali ke masa kemudian, saya kesimpulannya menjatuhkan pilihanku pada seseorang laki- laki berusia dekat 3 puluhan yang saya percaya penuhi deskripsi tentang seseorang laki- laki yang bisa menarik atensi Putput.

Saya berjumpa dengannya dikala lagi berkelana di seputar kota. Namanya Tomy, ia sangat gagah serta besar dengan kulit yang kecoklatan, serta sangat menarik menurutku. Satu perihal yang bisa menarik atensi Putput dari Tomy merupakan tidak cuma ia seangat menarik serta berkharisma, ia seseorang laki- laki bertipe jantan serta jalanan yang sangat kontras dengan kami yang berpendidikan serta mapan.

Di salah satu kafe di sudut kota, waktu awal kali berjumpa dengan Tomy, kukeluarkan selembar gambar Putput serta berkata padanya jika saya mau supaya ia bercinta dengan Putput. Ia menggemari fotonya serta jika ia bersedia, syaratnya ia boleh bercinta dengannya setimpal gayanya, tetapi pertama- tama kami wajib membuat Putput bersedia melaksanakannya.

Kami membuat suatu rencana supaya Tomy serta Putput bisa berjumpa, disamping rasa takutku jika Putput khawatir serta marah serta seluruh kerja kerasku ini hendak percuma. Kesimpulannya kami memutuskan jika ia hendak tiba ke rumah esok malamnya serta pura- pura jadi seseorang sahabat lama yang sekian tahun tidak sempat berjumpa serta lagi singgah di kota ini serta mampir sejenak di rumahku.

Malam yang kunantikan serasa tidak kunjung datang, saya tenggelam dalam hayalanku membayangkan gimana malam tersebut hendak berlangsung. Disamping rasa takutku jika Putput hendak marah besar padaku sebab sudah menyusun rencana ini tanpa persetujuannya, saya lebih khawatir jika ia tidak bersedia berhubungan seks dengan Tomy.

Kuhabiskan waktu buat menyalakan parafin, menghidupkan CD player serta memilah lagu yang pas buat melindungi suasana hatinya. Setelah itu kubujuk ia supaya mengenakan sepatunya yang berhak besar yang senantiasa membuatku bergairah dikala bercinta dengannya.

Kurebahkan ia di atas karpet lantai ruang keluarga serta mulai mencumbu vaginanya sepanjang kurang lebih 15 menit sampai ia memperoleh orgasme pertamanya. Ia mulai hanyut dalam irama yang saya buat, dengan kilat jadi sangat basah dikala saya mulai menyetubuhinya dengan gerakan lelet serta panjang.

Saya mulai takut tidak sanggup bertahan lebih lama lagi. Dikala orgasmenya yang kedua mulai tiba lagi kesimpulannya terdengar Tomy mengetuk pintu depan.

Ketukan itu buatnya langsung bangkit dengan sedikit ketakutan serta langsung bertanya siapa yang mengetuk itu, dikala itu dekat jam 10 malam. Saya tidak ketahui, jawabku tetapi saya hendak lekas mencari ketahui serta mengusirnya berangkat.

Ia lekas merapikan pakaiannya serta kutenangkan ia, saya tidak hendak mengijinkan siapapun masuk kemari, hingga ia kembali rebah di karpet menyikat kelentitnya menungguku kembali serta menuntaskan apa yang sudah kami mulai tadi.

Kubuka pintu serta menjumpai Tomy berdiri di situ dengan maskulin serta mata yang bercahaya. Kukedipkan mataku padanya serta lekas menyuruhnya masuk dengan tenang. Kubisikkan padanya supaya lekas ke ruang keluarga. Dikala ini Putput tentu telah mendengar kehadiran kami.

Kami berjalan merambah ruang keluarga serta kuperkenalkan Tomy pada Putput yang duduk di situ memandanginya buat sebagian waktu, bingung siapa gerangan laki- laki ini… serta apa yang sesungguhnya lagi terjalin? Kemudian ia memandangku, serta berputar memandangi kami berdua bergantian.

Saya khawatir ia hendak marah tetapi ia mengejutkanku dengan tenangnya berdiri membiarkan pakaiannya yang berhamburan tadi terjatuh dikarpet. Serta setelah itu berjalan mendekat kemudian berikan Tomy suatu dekapan saat sebelum kembali berputar lagi dengan pantat serta payudaranya yang bergoyang dikala ia berjalan buat duduk di karpet itu lagi.

Belum lama saya ketahui jika ia telah menyadari dikala saya menanggapi ketukan pintu itu jika seluruh ini telah saya rencanakan. Dikala awal kali ia memandang Tomy, ia ketahui jika saya menunggu laki- laki ini tiba buat bercinta dengannya. Ia kesimpulannya memutuskan buat melaksanakannya dikala mengenali jika Tomy seseorang laki- laki yang sanggup menarik hatinya serta ia telah siap buat itu…

Sehabis ia duduk di atas karpet, kami bertiga kesimpulannya pula duduk di atas karpet dekat satu jam supaya merasa aman berdialog tentang suatu tidak hanya seks walaupun kami bisa merasakan aura intim terus menjadi terbangun naik. Putput duduk dengan tenang walaupun cuma memaki sepatu bertumit tingginya serta payudaranya yang terpampang dengan leluasa di depan kami berdua dengan sangat menggoda. Saya memergoki Tomy senantiasa memandangi payudaranya.

Bisa kukatakan Putput menikmati pengalaman ini sebab ia pula malah menggoda kami berdua dengan berkata jika wajah kami merah serta terangsang. Ia nampak sangat santai serta mengendalikan suasana ini, yang itu sangat membuatku tekejut.

Bisa kulihat benjolan besar di celana Tomy. Dimensi penis di baliknya nampak besar( belum lama Putput bilang padaku ia menyadari perihal itu pula serta itu buatnya sangat terangsang, membantunya memutuskan buat bercinta dengan Tomy).

Tidak terdapat seorangpun yang tergesa- gesa walaupun saya sangat mau memandang Tomy terletak diantara pahanya mengocoknya berulang- ulang buat memberinya multi orgasme. Putput nampak sangat menikmati tiap waktunya serta melaksanakannya dengan lama- lama serta itu terus menjadi membuatku frustrasi. Ini diambang titik dimana saya mengharapkan fantasiku jadi nyata.

Dikala Putput kesimpulannya betul- betul merasa aman, ia rebah tengkurap serta memohon supaya punggungnya dipijat. Ini merupakan ciri yang kami tunggu- tunggu serta dalam kondisi ini tidak mengejutkanku bila Putput lah yang mengambil inisiatif tersebut.

Dengan kilat saya berikan Tomy peluang berikan pijatan pada paha serta pantat Putput , sebaliknya saya dengan berdebar- debar terfokus pada leher serta bahunya. Kubiarkan Tomy membagikan akses merata terhadapnya.

Tomy mulai membelai pahanya dengan lembut. Sehabis sebagian dikala tangannya mulai bergerak naik sampai terus menjadi mendekati vaginanya. Nampak badan Putput kerap menggelinjang, tetapi kemudian dengan kilat Putput menyembunyikan reaksinya tersebut.

Sehabis sebagian menit setelah itu Tomy memindahkan sasarannya serta mulai meremasi pantat Putput dengan kedua tangannya. Bisa kulihat zona di dekat Miss V Putput telah jadi basah dikala Tomy melaksanakan aksinya.

Kesimpulannya, Tomy kembali pada gerakan awal mulanya tadi pada bagian dalam paha Putput serta membiarkan jarinya terletak di dekat vaginanya. Ia betul- betul ketahui apa yang lagi diperbuatnya serta ia ketahui respon yang diberikannya terhadap Putput yang mulai menekankan pinggulnya dengan pelan ke karpet.

Cerita Sex Pengalaman Fantasi Sex Bertiga

Mereka berdua nampak sangat menikmati game kucing serta tikus ini. Bisa kulihat penis Tomy menekan keluar dari celananya serta membuat celananya seolah hendak robek karenanya. Dengan kilat diturunkannya risleting celananya serta lekas menghasilkan penis itu.

Kesimpulannya ia tidak sanggup menahannya lebih lama lagi serta bergerak menaiki badan Putput serta mulai menggosokkan penisnya naik turun di belahan pantat Putput. Bisa kukatakan Putput terletak dalam dunianya sendiri dikala ini, serta bila saya sempat berfantasi tentang ia yang bercinta dengan laki- laki lain, mereka mewujudkannya dikala ini.

Putput sangat sensitive perasaannya dikala bercinta serta ia dapat merasakan betapa besar serta kerasnya penisnya yang menekan pada pantatnya itu. Dengan pelan Putput mulai menggoyangkan pantatnya pada penis itu dengan mata terpejam, tetapi apa yang tergambar pada mukanya memberitahukanku betapa apa yang tengah dirasakannya sangat luar biasa.

Tidak lama setelah itu, kulucuti pakaianku serta bergerak ke kursi didepan Putput. Dengan kilat Putput bengkit serta dengan bertumpukan kedua lengan serta kakinya ia mulai menghirup penisku. Putput sangat sangat dibakar gairahnya, dimasukkannya segala batang penisku sampai menyodok di tenggorokannya.

Dengan letaknya itu membuat pantat Putput pas terletak di depan Tomy. Putput kayaknya memanglah menginginkan Tomy terletak di belakangnya, terletak pas di balik vaginanya yang telah gatal.

Saya ketahui Putput sangat malu buat memohon begitu pula denganku supaya Tomy lekas menyetubuhinya serta dengan metode inilah Putput  mengungkapkannya… Tomy mulai membuat langkah pertamanya!

Saya mengisyaratkan pada Tomy buat membebaskan sisa baju yang masih menempel di badannya. Saya ketahui ia mempunyai badan yang tegap, tetapi dikala ia membebaskan pakaiannya, badannya nampak sangat luar biasa bagiku. Saya ketahui Putput pula hendak menggemari wujud badannya Tomy serta terlebih penis besarnya itu nanti dikala ia memalingkan mukanya ke balik melihatnya.

Penis Tomy lama- lama berkembang membengkak dikala ia membebaskan pakaiannya. Kupegang bahu Putput, mengehentikan hisapannya pada penisku, serta menyuruhnya berputar menghadap pada Tomy yang berlutut di hadapannya.

Rasa cintaku padanya sangat meluap dikala ini. Ia menerima Tomy serta menggenggam bola zakarnya dengan tangannya yang halus serta memasukkan penis Tomy yang masih belum erkesi penuh ke dalam mulutnya. Penis Tomy dengan kilat membeku dalam mulutnya.

Ia suka menghirup penisku sampai ke tenggorokannya, tetapi dikala ia berupaya buat memasukkan penis Tomy hingga ke tenggorokannya, bisa kulihat ia hadapi kesusahan dengan ukurannya, serta ia nyaris tersedak buat sebagian waktu.

Tetapi itu malah buatnya terus menjadi terangsang serta ia terus berupaya memasukkan penis Tomy ke dalam hingga tenggorokannya bisa menyesuaikan diri dengan ukurannya. Belum lama Putput menggambarkan padaku, bila saja dimensi penis Tomy se inchi saja lebih panjang, ia tidak bisa jadi bisa menampungnya.

Dikala Putput padat jadwal dengan pekerjaannya, kusingkirkan lepas celana dalamnya serta mulai menyikat vaginanya dari balik. Salah satu fantasi terbesarku merupakan menyikat Putput dikala ia menghirup penis besar laki- laki lain serta saat ini saya ketahui saya sangat menyukainya.

Saya amati Putput sangat asik dengan pekerjaannya. Kehangatan cengkeraman bilik Miss V Putput langsung kurasakan begitu kulesakkan penisku ke dalamnya.

Saya mengayun pelan, kedua tanganku memegangi pinggulnya supaya penisku bisa lebih dalam masuk ke dalam vaginanya dikala tengan Tomy terletak pada kepala Putput menggerakkan semacam keinginannya dikala ia menyetubuhi mulut Putput.

Dalam waktu yang bertepatan saya menyetubuhi Putput dengan lembut dari arah balik, Tomy menggoyangnya dengan keras, memasukkan batang penisnya sedalam- dalamnya ke mulutnya dengan tangannya menahan gerakan kepala Putput.

Putput tersedak waktu Tomy berupaya merangsak terus menjadi dalam. Saya bisa mendengar suara kekurangan nafasnya itu, tetapi semacam seseorang‘jalang yang baik Putput tidak menyudahi serta saya mulai bisa mendengar lenguhannya diantara suara nafasnya yang tersedak dikala ia menggoyangkan pinggulnya mengimbangi ayunanku.

Dengan seluruh yang tengah berlangsung ini serta panorama alam Tomy yang lagi menyetubuhi mulut Putput , membuatku tidak membutuhkan waktu lama buat berejakulasi di dalam badannya, melumuri bilik Miss V Putput dengan semburan spermaku. Rasanya semacam kudapatkan orgasme terbanyak dalam hidupku.

Dapat kulihat orgasmeku serta oral yang dikasih Putput mendekatkan orgasme Tomy. Saya mau melihat Tomy menyetubuhi Putput serta keluar dalam vaginanya, hingga dengan kilat saya lekas bangkit serta menyuruh Putput naik ke atas kursi, merangkak buat baralih menghirup penisku, supaya Tomy bisa menyetubuhinya dari balik.

Hendak senantiasa kuingat dikala Tomy menyelipkan penisnya ke Miss V Putput, semacam perihal itu menyudahi buat sebagian waktu. Ini merupakan fantasi yang telah lama kudambakan.

Yang membuatku kagum merupakan betapa cepatnya gerakan Tomy yang telah terletak di balik Putput serta langsung melesakkan penisnya ke dalam vaginanya. Kayaknya ia cuma memahami satu kecepatan, serta itu merupakan mendesak masuk dengan kilat serta keras.

Saya tidak ketahui apa ia sempat berpikir jika kami hendak menghentikannya menyetubuhi Putput, ataupun kami menyuruhnya buat mengenakan kondom terlebih dahulu. Saat sebelum kami pernah bereaksi dengan apa yang dikerjakannya ia telah terletak di balik Putput dengan sekejap.

Serta semacam yang Putput katakan padaku kemudian… Tomy bukannya memasukkan penisnya… Ia menghentakkan segala batang penisnya ke dalam vaginanya dengan cuma suatu dorongan saja.

Putput pula mengatakan padaku jika ia belum sempat meraskan suatu penis yang begitu besar, begitu nikmat, serta belum sempat merasa terisi penuh semacam yang dirasakannya akibat penis Tomy dikala itu, dikala ia melesakkannya dari balik.

Itu membuat napas Putput terhenti sejenak serta ia memutuskan tidak perduli apa Tomy mengenakan kondom ataupun tidak, ataupun kalau- kalau ia dapat jadi berbadan dua karenanya. Putput mau ia menyetubuhinya serta merasakan ia menghantam bilik vaginanya dengan penis besarnya tersebut( serta Putput belum lama pula meningkatkan jika ia suka dengan bola zakarnya, yang lebih besar serta lebih berat dari milikku serta lebih jauh menggantung, sampai dikala ia lagi menyetubuhinya, kantung bola zakarnya itu hendak menampar kelentitnya yang buatnya menggelinjang kegelian).

Tidak butuh dikatakan lagi melihat momen ini serta memandang ekspresi wajah Putput dikala ia menghisapku mendorongku dengan kilat ke batasan akhir buat yang kedua kalinya. Kayaknya saya keluar lebih keras serta lebih lama dari yang sempat kualami, yang menimbulkan Putput membuka matanya serta menatapku dengan mimik yang lucu.

Saya terus mengisi mulutnya dengan berjuta mani yang dihisap serta ditelannya. Suatu pengalaman awal dalam hidupku yang sangat menghabiskan staminaku serta membuat saya 2 kali orgasme dengan hebatnya.

Dikala saya berejakulasi dalam mulut Putput, Tomy menyetubuhinya dengan keras serta kilat dari balik. Saya bangkit serta menyingkir dari medan pertempuran mereka, dengan kilat Tomy langsung membalikkan badan Putput supaya rebah pada punggungnya.

Kemudian Tomy kembali memasukkan penisnya yang nampak terus menjadi meningkat besar saja, serta mereka mulai berciuaman dengan rapat, kaki Putput terletak di bahu Tomy. Dengan kaki Putput yang terletak di bahunya, Tomy mulai mengayun dengan tenaga yang tidak sempat kubayangkan tadinya. Lengan Putput melingkari leher Tomy dikala ia menghentak badannya.

Dikala itu saya mau menghentikan Tomy serta menyuruhnya supaya mengenakan kondom supaya Putput tidak berbadan dua. Tetapi dikala kulihat mereka berdua, bisa kulihat kalau Putput telah sangat jauh buat dihentikan serta Tomy tengah terletak dalam iramanya yang tidak kutemukan celah buat menghentikannya sebentar.

Sehabis sebagian menit memandang mereka berdua bergerak terus menjadi keras, itu membuatku terus menjadi terangsang sampai tidak sanggup mengatakan apapun, terlebih Putput  tidak sempat memohon Tomy buat mengenakan kondom.

Bisa jadi dikala ini bukan masa suburnya ataupun ia apalagi tidak memusingkan perihal itu. Disamping itu, perihal ini sangat liar serta seksi bercampur jadi saru melihat seseorang laki- laki asing menyetubuhi istriku pas di depan mataku sendiri… serta di rumahku sendiri… dengan seijinku.

Kepala Putput terlempar ke sana- kemari serta kedua kelopak matanya terpejam rapat dikala ia dengan rela membiarkan Tomy menyetubuhinya. Yang membuatku sedikit kaget nyatanya bila Putput lagi terletak di puncak gairahnya, ia bias mengumpat sepeti seseorang perempuan jalang serta dikala ia ketahui Tomy hendak lekas orgasme ia menyuruhnya supaya keluar jauh di dalam vaginanya! Saya cuma duduk di samping mereka, memandang, tetapi saya ketahui jika saya menegaskan Putput tentang kondom, itu hendak mengganggu seluruhnya serta ia hendak sangat marah.

Belum lama ia berkata jika itu terasa sangat aneh merasakan penis Tomy mengisi penuh vaginanya tanpa kondom. Tiap Tomy mendesak, rasanya ia memperoleh suatu orgasme kecil. Dikala kesimpulannya Tomy orgasme, ia bisa merasakan penisnya berdenyut meledakkan spermanya, serta spermanya menghantam jauh ke tempat yang belum sempat diraskannya tadinya.

Waktu Tomy mulai oberejakulasi, Putput mengerang keras, ia bisa merasakan penisnya jadi meningkat besar, serta ia terus menjadi keras menjerit merasakan mani Tomy mengahantam jauh di dalam badannya. Putput memperoleh orgasmenya sendiri karenanya, badannya bergetar hebat, ia menyentakkan pinggulnya terus menjadi merapat pada badan Tomy supaya ia terus menjadi masuk ke dalam.

Ini membuatku terangsang sekalian membuatku khawatir. Belum lama Putput meyakinkanku kalu dikala itu memanglah ia lagi tidak dalam masa suburnya serta syukurlah nyatanya ia benar.

Ini merupakan permulaan dari serangkaian persetubuhan yang panas serta tiap kalinya tidak kurang dari 4 jam non stop kecuali buat mandi berendam dengan air panas.

Dikala Tomy orgasme, ia rebah pada punggungnya tetapi Putput tidak mengijinkannya istirahat. Rambutnya nampak basah oleh keringat menempel pada wajah, leher serta bahu serta dadanya yang seluruhnya nampak bersemu merah sehabis memperoleh begitu banyak orgasme.

Tiap dikala spermanya hendak meledak, Putput lekas menghirup penisnya jauh ke dalam tenggorokannya sampai penisnya membeku kembali. Dengan penis besarnya tersebut, Tomy tidak banyak memperoleh perempuan yang bisa menghirup penisnya sampai jauh ke dalam kerongkongan, hingga tiap Putput berupaya memasukkan penisnya ke dalam tenggorokannya membuat Tomy bergairah serta ereksi lekas. Putput belum lama berkata jika ia belum sempat meraskan penis yang terasa begitu lembut dalam mulutnya.

Yang membuat Putput begitu bergairah dikala berhubungan seks dengan Tomy merupakan realitas kalau Tomy sanggup menyetubuhinya dengan sangat keras. Serta pula Tomy senantiasa menampar bongkahan pantat Putput tiap kali ia mengayun hingga pantatnya merah dibuatnya.

Dan gigitannya pada putting Putput yang sangat sensitive, yang cuma dengan menggosoknya saja bisa memberinya orgasme, sangat menaikkan kenikmatannya. Putput senantiasa menyuruhku supaya berbuat lebih keras lagi terhadapnya dikala bercinta tanpa wajib jadi kejam. Entah gimana, perlakuan Tomy itu membuatku takut hingga di mana batasan ketahanan yang dipunyai Putput .

Saya menyadari perihal itu dikala memandang betapa wujud laki- laki jalanan yang dipunyai Tomy senantiasa buatnya bergairah kembali dengan perlakuannya yang keras serta cenderung agresif itu. Itu sangat kontras dengan cerminan percintaan kami sepanjang ini. Walaupun semenjak kusuruh Tomy buat menyetubuhinya dengan triknya sendiri serta itu memanglah membuat Putput bergairah serta liar.

Putput merupakan salah satunya perempuan yang sempat kutemui yang betul- betul menggemari menghirup penis sampai ke dalam tenggorkannya serta menelan mani seseorang laki- laki, serta bisa kulihat ia mau Tomy supaya keluar jauh di dalam tenggorokannya.

Dikala menghisapnya, Putput mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang anus Tomy diiringi dengan remasan tangannya pada kantung bola zakarnya yang membuat Tomy mengerang keenakan. Tiap kali Putput menaikkan dorongan jarinya masuk ke dalam lubang anusnya,

Tomy menggelinjang, kemudian mengerang. Sangat erotis buatku, Putput mau merasakan spermanya semacam yang dikatakannya padaku setelah itu. Saya terpesona melihat mereka berdua yang nampak sangat indah serta seksi serta badan Tomy yang senantiasa menggelinjang sebab perlakuan Putput .

Serta akhir dari pertahanannya, ia mengangkut pantatnya naik dari atas karpet serta mengerang keras mengiringi ledakan spermanya. Tomy menahan balik kepala Putput supaya tidak bergerak. Belum sempat kudengar suara yang semacam ini, Tomy mengerang dengan nyaring, suaranya nyaris menyamai suara seseorang perempuan. Respon badan Tomy membakar gairah Putput , serta ia tidak hendak membebaskan Tomy dikala ia menghirup habis mani Tomy sampai tetesan terakhir.

Putput menggambarkan padaku kesekian kali setelahnya kalau ia menggemari rasa dari spermanya itu. Kupikir memanglah jelas Putput menggemari apapun yang dipunyai Tomy. Sehabis Tomy lumayan pulih, dengan bercanda ia berkata kalau ia keluar dengam dahsyat sampai bisa membuat langit- langit ruang keluarga ini jebol bila Putput tidak mengisapnya tadi. Putput suka dengan antusiasnya serta berkata tidak apa- apa sekeras apapun ia keluar dalam tenggorokannya.

Kami bertiga butuh rehat serta berangkat berendam dengan air panas dalam bak mandi. Saya pikir mereka berduia telah berakhir, tetapi mereka mulai silih memegang, dikala bibir mereka silih melumat, membuatku ereksi keras buat yang ke 4 kalinya. Rasanya aneh memandang mereka tidak merasakan keletihan dalam berhubungan seks. Mereka merambah suatu tingkat yang baru. Putput lagi bercinta dengan Tomy serta saya merasakan cemburu serta terangsang dalam waktu yang sama.

Kesimpulannya, saya mengajak mereka keluar dari kamar mandi serta meneruskan kesenangan ini. Kami keluar dari kamar mandi serta hisapan Putput membuat Tomy membeku lagi serta Putput naik ke atas badan Tomy yang duduk di atas kursi serta ia menyetubuhinya dengan liar hingga kupikir kursi itu hendak patah dibuatnya.

Dengan letaknya itu membuat pantat Putput pas terletak di depan Tomy. Putput kayaknya memanglah menginginkan Tomy terletak di belakangnya, terletak pas di balik vaginanya yang telah gatal.

Saya ketahui Putput sangat malu buat memohon begitu pula denganku supaya Tomy lekas menyetubuhinya serta dengan metode inilah Putput mengungkapkannya… Tomy mulai membuat langkah pertamanya!

Saya mengisyaratkan pada Tomy buat membebaskan sisa baju yang masih menempel di badannya. Saya ketahui ia mempunyai badan yang tegap, tetapi dikala ia membebaskan pakaiannya, badannya nampak sangat luar biasa bagiku. Saya ketahui Putput pula hendak menggemari wujud badannya Tomy serta terlebih penis besarnya itu nanti dikala ia memalingkan mukanya ke balik melihatnya.

Penis Tomy lama- lama berkembang membengkak dikala ia membebaskan pakaiannya. Kupegang bahu Putput , mengehentikan hisapannya pada penisku, serta menyuruhnya berputar menghadap pada Tomy yang berlutut di hadapannya.

Rasa cintaku padanya sangat meluap dikala ini. Ia menerima Tomy serta menggenggam bola zakarnya dengan tangannya yang halus serta memasukkan penis Tomy yang masih belum erkesi penuh ke dalam mulutnya. Penis Tomy dengan kilat membeku dalam mulutnya.

Ia suka menghirup penisku sampai ke tenggorokannya, tetapi dikala ia berupaya buat memasukkan penis Tomy hingga ke tenggorokannya, bisa kulihat ia hadapi kesusahan dengan ukurannya, serta ia nyaris tersedak buat sebagian waktu.

Tetapi itu malah buatnya terus menjadi terangsang serta ia terus berupaya memasukkan penis Tomy ke dalam hingga tenggorokannya bisa menyesuaikan diri dengan ukurannya. Belum lama Putput menggambarkan padaku, bila saja dimensi penis Tomy se inchi saja lebih panjang, ia tidak bisa jadi bisa menampungnya.

Dikala Putput padat jadwal dengan pekerjaannya, kusingkirkan lepas celana dalamnya serta mulai menyikat vaginanya dari balik. Salah satu fantasi terbesarku merupakan menyikat Putput dikala ia menghirup penis besar laki- laki lain serta saat ini saya ketahui saya sangat menyukainya.

Saya amati Putput sangat asik dengan pekerjaannya. Kehangatan cengkeraman bilik Miss V Putput langsung kurasakan begitu kulesakkan penisku ke dalamnya.

Saya mengayun pelan, kedua tanganku memegangi pinggulnya supaya penisku bisa lebih dalam masuk ke dalam vaginanya dikala tengan Tomy terletak pada kepala Putput menggerakkan semacam keinginannya dikala ia menyetubuhi mulut Putput.

Dalam waktu yang bertepatan saya menyetubuhi Putput dengan lembut dari arah balik, Tomy menggoyangnya dengan keras, memasukkan batang penisnya sedalam- dalamnya ke mulutnya dengan tangannya menahan gerakan kepala Putput.

Putput tersedak waktu Tomy berupaya merangsak terus menjadi dalam. Saya bisa mendengar suara kekurangan nafasnya itu, tetapi semacam seseorang‘jalang yang baik Putput tidak menyudahi serta saya mulai bisa mendengar lenguhannya diantara suara nafasnya yang tersedak dikala ia menggoyangkan pinggulnya mengimbangi ayunanku.

Dengan seluruh yang tengah berlangsung ini serta panorama alam Tomy yang lagi menyetubuhi mulut Putput , membuatku tidak membutuhkan waktu lama buat berejakulasi di dalam badannya, melumuri bilik Miss V Putput dengan semburan spermaku. Rasanya semacam kudapatkan orgasme terbanyak dalam hidupku.

Dapat kulihat orgasmeku serta oral yang dikasih Putput mendekatkan orgasme Tomy. Saya mau melihat Tomy menyetubuhi Putput serta keluar dalam vaginanya, hingga dengan kilat saya lekas bangkit serta menyuruh Putput naik ke atas kursi, merangkak buat baralih menghirup penisku, supaya Tomy bisa menyetubuhinya dari balik.

Hendak senantiasa kuingat dikala Tomy menyelipkan penisnya ke Miss V Putput , semacam perihal itu menyudahi buat sebagian waktu. Ini merupakan fantasi yang telah lama kudambakan.

Yang membuatku kagum merupakan betapa cepatnya gerakan Tomy yang telah terletak di balik Putput serta langsung melesakkan penisnya ke dalam vaginanya. Kayaknya ia cuma memahami satu kecepatan, serta itu merupakan mendesak masuk dengan kilat serta keras.

Cerita Sex Pengalaman Fantasi Sex Bertiga


Saya tidak ketahui apa ia sempat berpikir jika kami hendak menghentikannya menyetubuhi Putput , ataupun kami menyuruhnya buat mengenakan kondom terlebih dahulu. Saat sebelum kami pernah bereaksi dengan apa yang dikerjakannya ia telah terletak di balik Putput dengan sekejap.

Serta semacam yang Putput katakan padaku kemudian… Tomy bukannya memasukkan penisnya… Ia menghentakkan segala batang penisnya ke dalam vaginanya dengan cuma suatu dorongan saja.

Putput pula mengatakan padaku jika ia belum sempat meraskan suatu penis yang begitu besar, begitu nikmat, serta belum sempat merasa terisi penuh semacam yang dirasakannya akibat penis Tomy dikala itu, dikala ia melesakkannya dari balik.

Itu membuat napas Putput terhenti sejenak serta ia memutuskan tidak perduli apa Tomy mengenakan kondom ataupun tidak, ataupun kalau- kalau ia dapat jadi berbadan dua karenanya. Putput mau ia menyetubuhinya serta merasakan ia menghantam bilik vaginanya dengan penis besarnya tersebut( serta Putput belum lama pula meningkatkan jika ia suka dengan bola zakarnya, yang lebih besar serta lebih berat dari milikku serta lebih jauh menggantung, sampai dikala ia lagi menyetubuhinya, kantung bola zakarnya itu hendak menampar kelentitnya yang buatnya menggelinjang kegelian).

Tidak butuh dikatakan lagi melihat momen ini serta memandang ekspresi wajah Putput dikala ia menghisapku mendorongku dengan kilat ke batasan akhir buat yang kedua kalinya. Kayaknya saya keluar lebih keras serta lebih lama dari yang sempat kualami, yang menimbulkan Putput membuka matanya serta menatapku dengan mimik yang lucu.

Saya terus mengisi mulutnya dengan berjuta mani yang dihisap serta ditelannya. Suatu pengalaman awal dalam hidupku yang sangat menghabiskan staminaku serta membuat saya 2 kali orgasme dengan hebatnya.

Dikala saya berejakulasi dalam mulut Putput , Tomy menyetubuhinya dengan keras serta kilat dari balik. Saya bangkit serta menyingkir dari medan pertempuran mereka, dengan kilat Tomy langsung membalikkan badan Putput supaya rebah pada punggungnya.

Kemudian Tomy kembali memasukkan penisnya yang nampak terus menjadi meningkat besar saja, serta mereka mulai berciuaman dengan rapat, kaki Putput terletak di bahu Tomy. Dengan kaki Putput yang terletak di bahunya, Tomy mulai mengayun dengan tenaga yang tidak sempat kubayangkan tadinya. Lengan Putput melingkari leher Tomy dikala ia menghentak badannya.

Dikala itu saya mau menghentikan Tomy serta menyuruhnya supaya mengenakan kondom supaya Putput tidak berbadan dua. Tetapi dikala kulihat mereka berdua, bisa kulihat kalau Putput telah sangat jauh buat dihentikan serta Tomy tengah terletak dalam iramanya yang tidak kutemukan celah buat menghentikannya sebentar.

Sehabis sebagian menit memandang mereka berdua bergerak terus menjadi keras, itu membuatku terus menjadi terangsang sampai tidak sanggup mengatakan apapun, terlebih Putput tidak sempat memohon Tomy buat mengenakan kondom.

Bisa jadi dikala ini bukan masa suburnya ataupun ia apalagi tidak memusingkan perihal itu. Disamping itu, perihal ini sangat liar serta seksi bercampur jadi saru melihat seseorang laki- laki asing menyetubuhi istriku pas di depan mataku sendiri… serta di rumahku sendiri… dengan seijinku.

Kepala Putput terlempar ke sana- kemari serta kedua kelopak matanya terpejam rapat dikala ia dengan rela membiarkan Tomy menyetubuhinya. Yang membuatku sedikit kaget nyatanya bila Putput lagi terletak di puncak gairahnya, ia bias mengumpat sepeti seseorang perempuan jalang serta dikala ia ketahui Tomy hendak lekas orgasme ia menyuruhnya supaya keluar jauh di dalam vaginanya! Saya cuma duduk di samping mereka, memandang, tetapi saya ketahui jika saya menegaskan Putput tentang kondom, itu hendak mengganggu seluruhnya serta ia hendak sangat marah.

Belum lama ia berkata jika itu terasa sangat aneh merasakan penis Tomy mengisi penuh vaginanya tanpa kondom. Tiap Tomy mendesak, rasanya ia memperoleh suatu orgasme kecil. Dikala kesimpulannya Tomy orgasme, ia bisa merasakan penisnya berdenyut meledakkan spermanya, serta spermanya menghantam jauh ke tempat yang belum sempat diraskannya tadinya.

Waktu Tomy mulai oberejakulasi, Putput mengerang keras, ia bisa merasakan penisnya jadi meningkat besar, serta ia terus menjadi keras menjerit merasakan mani Tomy mengahantam jauh di dalam badannya. Putput memperoleh orgasmenya sendiri karenanya, badannya bergetar hebat, ia menyentakkan pinggulnya terus menjadi merapat pada badan Tomy supaya ia terus menjadi masuk ke dalam.

Ini membuatku terangsang sekalian membuatku khawatir. Belum lama Putput meyakinkanku kalu dikala itu memanglah ia lagi tidak dalam masa suburnya serta syukurlah nyatanya ia benar.

Ini merupakan permulaan dari serangkaian persetubuhan yang panas serta tiap kalinya tidak kurang dari 4 jam non stop kecuali buat mandi berendam dengan air panas.

Dikala Tomy orgasme, ia rebah pada punggungnya tetapi Putput tidak mengijinkannya istirahat. Rambutnya nampak basah oleh keringat menempel pada wajah, leher serta bahu serta dadanya yang seluruhnya nampak bersemu merah sehabis memperoleh begitu banyak orgasme.

Tiap dikala spermanya hendak meledak, Putput lekas menghirup penisnya jauh ke dalam tenggorokannya sampai penisnya membeku kembali. Dengan penis besarnya tersebut, Tomy tidak banyak memperoleh perempuan yang bisa menghirup penisnya sampai jauh ke dalam kerongkongan, hingga tiap Putput berupaya memasukkan penisnya ke dalam tenggorokannya membuat Tomy bergairah serta ereksi lekas. Putput belum lama berkata jika ia belum sempat meraskan penis yang terasa begitu lembut dalam mulutnya.

Yang membuat Putput begitu bergairah dikala berhubungan seks dengan Tomy merupakan realitas kalau Tomy sanggup menyetubuhinya dengan sangat keras. Serta pula Tomy senantiasa menampar bongkahan pantat Putput tiap kali ia mengayun hingga pantatnya merah dibuatnya.

Dan gigitannya pada putting Putput yang sangat sensitive, yang cuma dengan menggosoknya saja bisa memberinya orgasme, sangat menaikkan kenikmatannya. Putput senantiasa menyuruhku supaya berbuat lebih keras lagi terhadapnya dikala bercinta tanpa wajib jadi kejam. Entah gimana, perlakuan Tomy itu membuatku takut hingga di mana batasan ketahanan yang dipunyai Putput .

Saya menyadari perihal itu dikala memandang betapa wujud laki- laki jalanan yang dipunyai Tomy senantiasa buatnya bergairah kembali dengan perlakuannya yang keras serta cenderung agresif itu. Itu sangat kontras dengan cerminan percintaan kami sepanjang ini. Walaupun semenjak kusuruh Tomy buat menyetubuhinya dengan triknya sendiri serta itu memanglah membuat Putput bergairah serta liar.

Putput merupakan salah satunya perempuan yang sempat kutemui yang betul- betul menggemari menghirup penis sampai ke dalam tenggorkannya serta menelan mani seseorang laki- laki, serta bisa kulihat ia mau Tomy supaya keluar jauh di dalam tenggorokannya.

Dikala menghisapnya, Putput mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang anus Tomy diiringi dengan remasan tangannya pada kantung bola zakarnya yang membuat Tomy mengerang keenakan. Tiap kali Putput menaikkan dorongan jarinya masuk ke dalam lubang anusnya,

Tomy menggelinjang, kemudian mengerang. Sangat erotis buatku, Putput mau merasakan spermanya semacam yang dikatakannya padaku setelah itu. Saya terpesona melihat mereka berdua yang nampak sangat indah serta seksi serta badan Tomy yang senantiasa menggelinjang sebab perlakuan Putput .

Serta akhir dari pertahanannya, ia mengangkut pantatnya naik dari atas karpet serta mengerang keras mengiringi ledakan spermanya. Tomy menahan balik kepala Putput supaya tidak bergerak. Belum sempat kudengar suara yang semacam ini, Tomy mengerang dengan nyaring, suaranya nyaris menyamai suara seseorang perempuan. Respon badan Tomy membakar gairah Putput , serta ia tidak hendak membebaskan Tomy dikala ia menghirup habis mani Tomy sampai tetesan terakhir.

Putput menggambarkan padaku kesekian kali setelahnya kalau ia menggemari rasa dari spermanya itu. Kupikir memanglah jelas Putput menggemari apapun yang dipunyai Tomy. Sehabis Tomy lumayan pulih, dengan bercanda ia berkata kalau ia keluar dengam dahsyat sampai bisa membuat langit- langit ruang keluarga ini jebol bila Putput tidak mengisapnya tadi. Putput suka dengan antusiasnya serta berkata tidak apa- apa sekeras apapun ia keluar dalam tenggorokannya.

Kami bertiga butuh rehat serta berangkat berendam dengan air panas dalam bak mandi. Saya pikir mereka berduia telah berakhir, tetapi mereka mulai silih memegang, dikala bibir mereka silih melumat, membuatku ereksi keras buat yang ke 4 kalinya. Rasanya aneh memandang mereka tidak merasakan keletihan dalam berhubungan seks. Mereka merambah suatu tingkat yang baru. Putput lagi bercinta dengan Tomy serta saya merasakan cemburu serta terangsang dalam waktu yang sama.

Kesimpulannya, saya mengajak mereka keluar dari kamar mandi serta meneruskan kesenangan ini. Kami keluar dari kamar mandi serta hisapan Putput membuat Tomy membeku lagi serta Putput naik ke atas badan Tomy yang duduk di atas kursi serta ia menyetubuhinya dengan liar hingga kupikir kursi itu hendak patah dibuatnya.
Cerita Sex Saat Aku Bergairah Di Dalam Tenda

Cerita Sex saat aku bergairah di dalam tenda Pada valentine yang kemudian saya tidak sempat memikirkan serta menyangka ikatan seks dapat terjalin sedini itu, kegiatan itu kami rayakan di kawasan wisata kaliurang, diman kita berangkat jam 2 siang seluruh perlengkapan camp. Telah siap buat 2 hari, hingga ditempat saya langsung mendirikan tenda kira kira jam 5 sore, sedangkan Dinda nampak turun ke sungai kecil yang airnya sangat bening.

Begitu berakhir memasang tenda, saya langsung turut Dinda turun dengan bawa sekaligus perlengkapan mandi. Kulihat Dinda lagi asik bermain air di atas suatu batu besar.

“ Mandi gih, ntar kesorean lho”, kataku.

“ Dingin ah, lagian ingin mandi pake apa?”, tanyanya.

“ Pake ini aja”, saya mengulurkan kain tepi laut biru milikku serta sekaligus dengan sabun perlengkapan mandi.

“ Tetapi Mas berangkat dahulu dong, saya ingin ubah dahulu nich”.

“ OK”, saya langsung berangkat mengarah ke hilir sungai, kira- kira 10 menit setelah itu, Dinda saya kembali lagi serta kulihat Dinda sudah asik berendam di air.

“ Dingin tidak?”, tanyaku.

“ Cukup, mari mandi pula”, ajaknya.

“ Ntar deh”.

Sekilas saya memandang kain bali yang dipakai Dinda tersingkap di air sehingga memperlihatkan pahanya. Dadaku langsung berdesir serta berdegup kencang. Entah setan apa yang menuntunku buat lebih mendekat ke pinggir sungai supaya bisa memandang lebih dekat wujud Dinda.

“ Mari”, ajaknya lagi. Saya hanya tersenyum.

Dinda naik ke atas batu serta mulai menyikat tubuhnya. Dikala itu mataku tidak dapat lepas dari buah dada Dinda yang menyembul meski sudah ditutupi kain bali yang basah. Penisku telah mengencang semenjak tadi. Dinda masuk lagi ke air begitu berakhir mensterilkan tubuh serta kakinya.

Tubuh serta kepalanya bersandar ke batu besar yang terletak di dalam aliran air dengan mata tertutup. Entah setan mana pula yang merasukiku, saya langsung membuka pakaian yang kupakai sehingga cuma tinggal celana pendek serta langsung masuk ke sungai. Dinda kaget serta membuka matanya tetapi kemudian tersenyum.

“ Gak dingin kan?”, tanyanya.

“ Dingin ah”, kataku sembari mendekati ia.

Saya duduk di sampingnya dengan posisi yang sama( bersandar di batu), tangan kami silih bersentuhan sehingga membuat dadaku terus menjadi berdegup kencang. Kuberanikan diri buat meremas tangannya yang terletak di dalam air.

Tidak terdapat reaksi. Kuelus tangannya pelan, terus menjadi ke atas. Posisiku agak miring saat ini. Mata Dinda masih tertutup tetapi bisa kurasakan tubuhnya mengencang. Warnanya ia pula telah mulai terangsang.

Peluang tersebut tidak kusia- siakan. Dinda langsung kurengkuh serta kuhujani dengan ciuman di leher serta terus ke bibir. Ia membalas pelukanku serta mulai meraba- raba punggungku. Bibirnya ku kulum, turun ke leher sembari tanganku melepas kain tepi laut yang lagi dipakainya serta kuletakkan di atas batu.

Sasaranku saat ini merupakan payudaranya yang merah merekah. Putingnya kuisap- isap. Dinda menggelinjang pelan. Tanganku mulai menggerayangi vaginanya. Dinda meremas rambutku serta mengerang. Dinda kunaikkan ke atas batu.

Kucumbu mulai dari leher, kemuDinda payudaranya kembali kuhisap serta tanganku lebih bebas memainkan vaginanya. Kuciumi perut serta turun ke kewanitaanya. Kulihat jelas vaginanya bercorak merah ditutupi bulu- bulu yang rimbun.

Kuciumi serta kelentitnya kumainkan dengan lidah. Tubuh Dinda mengencang serta ia terus mengerang. Kubuka celana pendekku sekalian dengan CD- nya. Penisku yang berdimensi panjang 18 centimeter langsung mencuat keluar.

Dinda nampak agak kaget begitu melihatku dalam kondisi bugil di hadapannya. Saya naik lagi ke atas Dinda. Penisku kumainkan di vaginanya. Kepala penisku kugesek- gesekkan di kemaluannya.

Dinda mengerang.“ Mas…, ohhhmm…”.

Dinda kuangkat lagi ke dalam sungai, kurebahkan di pinggir. Tubuh kami separuh masuk ke dalam air. Kakinya kurenggangkan dengan kakiku, kemuDinda sembari meraba- raba dengan tangan kuarahkan penisku ke vaginanya.

Dengan lama- lama kepala penis kumasukkan. Baru sebatas kepala kulihat Dinda mengerang serta menggigit bibirnya. Penisku kutarik pelan serta kugesek- gesekkan cuma sebatas kepala yang masuk tadi. Begitu Dinda tenang, penisku kembali kumasukkan setengahnya. Dinda menjerit. Bibirnya langsung kukulum serta penisku kutarik keluar sedikit.

Pelan- pelan penisku kugoyang- goyangkan sebatas setengahnya yang baru masuk tadi. Begitu Dinda nampak mulai menikmatinya, penisku kudorong pelan terus menjadi dalam. Dinda kembali menjerit tertahan serta meremas pundakku. Kali ini penisku kubiarkan agak lama bersarang di vaginanya tanpa kugerak- gerakkan. Bibirnya terus kukulum serta payudaranya kuremas.

Lebih dari 5 menit kemuDinda saya mulai menggoyang- goyangkan penisku kembali dengan lama- lama sembari mengulum payudaranya. Kecipak air nampak di pinggir sungai sebab goyangan badan kami. Dinda mulai menikmatinya. Sebab terletak di dalam air, goyangan kami terasa lain.

Tiap saya menggoyangkan penisku, Dinda membalas dengan menggoyangkan pantatnya di dalam air. Gerakannya pelan sebab hambatan di dalam air. Penisku terasa diurut- urut di dalam Miss V Dinda. Gerakan kupercepat serta Dinda senantiasa menjajaki irama gerakannku.

Cerita Sex Saat Aku Bergairah Di Dalam Tenda

“ Ohhh…, Masss…, terusss…”, erang Dinda.

“ Kamuuu pula terusss.., goyyangkaaan…, oohh…., mmhhh…”.

Tubuh Dinda kuangkat ke atas dengan posisi separuh berdiri. Penisku senantiasa terletak dalam vaginanya. Dinda kupeluk erat sembari terus menggoyangkan pinggulku. Tubuh Dinda terasa mengejang. Bisa jadi ia hendak orgasme, pikirku. Goyangan kupercepat.

“ Ohh…, Mass…, teruss.., ohhh…”, bisiknya.

Tubuh Dinda kuangkat serta kurebahkan di atas rumput lagi, pantatnya kusanggah dengan kain tepi laut yang basah. Penisku langsung kumasukkan ke vaginanya serta langsung menggoyang- goyangkan pinggulku. Kaki Dinda mengapit tubuhku. Tubuhnya mengejang. Tangannya mencengkeram tubuhku. Gerakan pinggulku terus menjadi kupercepat.

“ Ohh…, Masshh…”, Dinda menjerit tertahan dikala ia menggapai orgasme.

Dinda memelukku erat. Pinggulku menyudahi kugoyangkan serta penis kukeluarkan dari vaginanya.

Saya mengambil sabun mandi serta mulai membaluri penisku. Saya tiduran telentang disamping Dinda, tangannya kubawa ke penisku serta kukocok. Tanganku kulepas serta Dinda terus mengocok penisku. Badanku mulai mengejang.

Tangan Dinda kulepas dari penisku. Dinda kurebahkan kembali dirumput, penisku kumasukkan ke belahan payudaranya serta menggoyangkan penisku. Begitu terasa saya ingin orgasme kembali penis kulepaskan dari buah dada Dinda serta membiarkannya sebentar.

Begitu saya agak tenang, saya membalikkan badan Dinda terlungkup. Kakinya kurapatkan, penisku kumasukkan ke sela- sela paha belakangnya, penisku tidak kumasukkan ke dubur Dinda. Penisku terus kugoyangkan hingga saya hadapi orgasme.

Spermaku keluar di sela- sela pahanya. Saya memeluk Dinda sebentar kemuDinda membalikkan tubuhnya serta kuciumi dengan lembut. Kami berdua terbaring keletihan. KemuDinda saya bangun serta mensterilkan diri serta diiringi oleh Dinda.

Berakhir mandi saya memandang jam menampilkan jam 16. 45. Berarti kami sudah bercinta dekat 45 menit. Saya serta Dinda naik mengarah ke posisi tenda.

Jam 7 malam saya memasak mie instant dengan corned. Dinda lagi asik mencermati radio di dalam tenda. Kami menuntaskan makan malam dekat jam 7. 30. Saya serta Dinda duduk berdua di luar tenda sembari membuat api unggun kecil. Dinda bersandar di pundakku sembari memandangi bintang- bintang.

“ Dingin ya Mas”, kata Dinda memecah kesunyian.

“ Ya”, ingin kupeluk?”.

“ Mmm…”, Dinda tersenyum sembari merapatkan badannya.

Saya langsung merangkul badan Dinda. Terasa payudaranya yang kenyal mengganjal membuatku langsung terangsang buat mengulang kejaDinda tadi sore. Bibirku langsung mencium kening Dinda, terus turun ke bibirnya.

Dinda membalas perlakuanku. Kami silih berpagutan. Tanganku meremas payudaranya yang terbungkus sweater. Tangan Dinda kubawa ke penisku yang telah membeku. Dinda kurebahkan di atas matras, sweaternya kubuka sebatas leher serta payudaranya kuhisap.

“ Ouhhh Masss…, terusss”, erangnya.

Saya terus menjadi ganas, di pinggir payudaranya kubuat cupang merah. Celana Dinda kubuka sekalian dengan CD- nya sebatas lutut. KemuDinda vaginanya ku kulum, kumainkan dengan lidah.

“ Terus Mas…”, erangnya.

Celanaku kubuka serta penisku langsung timbul keluar. Badan Dinda kumiringkan berhadapan dengan tubuhku. KemuDinda celanaku kubuka seluruhnya sehingga cuma tinggal pakaian yang melekat di tubuhku.

Penis kumainkan di vaginanya, ujung penis kugesek- gesekkan di kelentitnya. Dinda mengerang- erang. Celananya kulepas seluruh beserta segala pakaiannya. Saat ini Dinda sudah telanjang bundar telentang di atas matras. Saya pula turut membuka segala baju yang kukenakan. Kami telanjang bundar berdua, berpelukan, silih membelai, memagut.

Saya meraba Miss V Dinda, terasa vaginanya sudah basah. Dinda kubangunkan serta membuat posisi merangkak. Saya memeluknya dari balik serta memasukkan penis ke vaginanya serta menggoyang- goyangkan penisku, semacam sore tadi serta Dinda menjajaki irama gerakanku dengan menggoyangkan pinggulnya pula. Bunyi kemaluan kami yang bersentuhan terdengar di antara suara jangkrik.

KemuDinda Dinda kutelentangkan, kakinya kurenggangkan. Satu kaki kuangkat ke atas, saya memasukkan penisku dengan posisi duduk. Penisku kugoyang- goyangkan terus serta Dinda mengerang- erang. Kali ini erangannya tidak ditahan lagi semacam sore tadi.

Badan Dinda kuangkat berhadapan dengan tubuhku. Penisku terus menancap di vaginanya. Badan Dinda kupeluk erat serta pinggul kami silih bergoyang. Kurasakan penisku semacam diurut- urut sampai menciptakan sensasi yang luar biasa nikmatnya.

Tubuhnya kurebahkan lagi, kedua kakinya kuangkat, penisku kumasukkan lagi ke liang surganya dengan posisi setengan berdiri. Penisku kugoyang- goyangkan terus. Tubuhku mulai mengejang, kemuDinda penisku kutarik keluar. Badan Dinda terus kucumbu hingga saya relax lagi. Saya tidak mau hadapi orgasme duluan.

Begitu tenang kembali, badan Dinda kumiringkan, saya memasukkan penisku ke vaginanya dari balik. Satu kakinya kuangkat. 5 menit kupertahankan posisi tersebut, terasa badan Dinda mengencang semacam sore tadi kala ia orgasme. Erangannya kali ini tidak tertahankan lagi.

“ Oh…, Mass…, teruss…, ceppatt.., oh…, lebih keras goyangnyaaa..”, erang Dinda.

Saya memesatkan goyangan pinggulku hingga Dinda kesimpulannya menjerit kala menggapai orgasme, saya langsung membalikkan badan Dinda serta menindihnya. Saya pula nyaris menggapai orgasme, pinggulku kugoyang- goyangkan kembali dengan kilat, Dinda cuma pasrah serta saya mengerang keras kala menggapai orgasme.

“ Saya sayang kalian Dinda”, bisikku di telinganya.

Saya bopong badan Dinda masuk ke tenda, kumasukkan ke sleeping bag, pakaian serta perlengkapan pula kubawa masuk ke dalam tenda. Malam itu kami berpelukan dengan kondisi bugil dalam sleeping bag serta tidur bersama dengan nyenyaknya.
Cerita Sex Numpang di Dalam Mobil Temanku

Cerita SexNumpang di Dalam Mobil Temanku. Kuliah jam terakhir di kampus S di kawasan Jakarta Selatan baru saja berakhir. Jam menunjukkan pukul 18.00 dan hari pun mulai gelap. Indah, mahasiswi semester 4 fakultas Ekonomi dengan rambut sebahu berwarna brunette berjalan meninggalkan kampus menuju halte depan kampus.

Sesampainya di halte, Indah merasa agar kurang nyaman. Mata para cowok penjual rokok dan si timer memelotinya seolah ingin menelanjanginya. Tersadarlah Indah bahwa hari itu dia memakai pakaian yang sangat sexy.

T-shirt putih lengan pendek dengan belahan rendah bertuliskan WANT THESE?, sehingga tokednya yang berukuran 36C seolah hendak melompat keluar, akibat hari itu Indah menggunakan BH ukuran 36B (sengaja, biar lebih nongol). Apalagi kulit Indah memang putih mulus. Di tambah rok jeans mini yang digunakannya saat itu, mempertontonkan kaki jenjang & paha mulusnya karena Indah memang cukup tinggi, 173cm.

”Buset, baru sadar gue kalo hari ini gue pake uniform sexy gue demi ngadepin ujiannya si Hutabarat, biar dia gak konsen”, pikir Indah.

Biasanya Indah bila naik angkot menggunakan pakaian t-shirt atau kemeja yang lebih tertutup dan celana panjang jeans, demi menghindari tatapan dan ulah usil cowok-cowok di jalan. Siang tadi Indah ke kampus datang numpang mobil temannya, Angel.

Tapi si Angel sudah pulang duluan karena kuliahnya lebih sedikit. Indah tambah salah tingkah karena cowok- cowok di halte tersebut mulai agak berani ngliatin belahan tokednya yang nongol lebih dekat lagi.

”Najis, berani amat sih nih cowok-cowok mlototin toked gw”, membatin lagi si Indah.

Indah  menggunakan bukunya untuk menutupi dadanya, tapi mereka malah mengalihkan pandangan mesumnya ke pantat Indah yang memang bulat sekal dan menonjol. Makin salah tingkahlah si Indah . Mau balik ke kampus, pasti sudah gelap dan orang sudah pada pulang. Mau tetap di halte nungguin angkot, gerah suasananya.

Apalagi kalo naik bus yang pasti penuh sesak jam segini, Indah tidak kebayang tangan-tangan usil yang akan cari-cari kesempatan untuk menjamahi tubuhnya. Sudah kepikiran untuk naik taxi, tapi uang tidak ada. Jam segini di kos juga kosong, mau pinjam uang sama siapa bingung.

Indah coba alternatif terakhir dengan menelpon Albert cowoknya atau si Angel atau Dessy teman2nya yang punya mobil, eh sialnya HP mereka pada off.

”Buset, sial banget sih gue hari ini.” Mulailah celetukan mesum cowok-cowok di halte dimulai

”Neng, susunya mau jatuh tuh, abang pegangin ya. Kasihan, pasti eneng keberatan hehe”. Pias! Memerahlah muka Indah. Dipelototin si tukang ojek yang berani komentar, eh dianya malah balas makin pelototin toked si Indah. Makin jengahlah si Indah.

Tiba-tiba sebuah sedan BMW hitam berhenti tepat di depan Indah. Jendelanya terbuka, dan nongolah seraut wajah hitam manis berambut cepak sambil menyeringai, si Johan. Cowok fakultas Ekonomi satu tahun di atas Indah, berkulit hitam, tinggi besar, hampir 180cm.

”Van, jualan lo disini? Hehe”.Indah membalas ”Sialan lo, gue ga ada tumpangan neh, terpaksa tunggu bus. Jo, anter gue ya” pinta Indah. Indah sebenarnya enggan ikut bersama si Johan karena dia terkenal suka main cewek. Tapi, dilihat dari kondisi sekarang, paling baik memang naik mobil si Johan.

Tapi si Johan malah bilang ”Wah sory Van, gue harus pergi jemput nyokap gue. Arahnya beda sama kosan elo”.

”Jo, please anter gue ya. Ntar gw traktir deh lo” rajuk Indah.

Sambil nyengir mesum Johan berucap ”Wah kalo ada bayarannya sih gue bisa pertimbangin”.

”Iya deh, ntar gue bayar” Indah asal ucap, yang penting bisa pergi segera dari halte tersebut.

”Hehe sip” kata Johan sambil membuka pintu untuk Indah.

Indah  masuk ke dalam mobil Johan, diiringi oleh pandangan sebel para cowok-cowok di halte yang kehilangan santapan rohani.Mobil Johan mulai menembus kemacetan ibu kota.

”Buset dah lo Van, sexy amat hari ini”. Kata Indah

”Gue sengaja pake uniform andalan gue, karena hari ini ada ujian lisannya si Hutabarat, Akuntasi Biaya. Biar dia ga konsen, n kasi gw nilai bagus hehe”.

”Gila lo, gue biarin bentar lagi, lo udh dient*tin sama tu abang-abang di halte haha” balas Johan.

“Sial, enak aja lo ngomong Jo” maki Indah.

Sambil mengerling ke Indah, Johan berucap “Van, bayaran tumpangan ini, bayar sekarang aja ya”.

”Eh, gue bawa duit cuma dikit Jo. Kapan2 deh gue bayarin bensin lo” balas Indah.

“Sapa yang minta diduitin bensin, Non” jawab Johan.

“Trus lo mau apa? Traktir makan” tanya Indah bingung.

“Ga. Ga perlu keluar duit kok. Tenang aja” ucap Johan misterius.

Semakin bingung si Indah. Sambil menggerak-gerakan tangan kirinya si Johan berkata ”Cukup lo puasin tangan kiri gue ini dengan megangin toked lo. Nepsong banget gue liatnya”. Seringai mesum Johan menghiasi wajahnya.

Seperti disambar petir Indah kaget dan berteriak ”BANGSAT LO JO. LO PIKIR GUE CEWE APAAN!!”. Pandangan tajam Indah pada wajah Johan yang tetap cengar-cengir.

“Yah terserah lo. Cuma sekenyot dua kenyot doang. Apa lo gue turunin disini” kata Johan.

Pada saat itu mereka telah sampai di daerah yang gelap dan banyak gubuk gelandangan. Indah jelas ogah.

“Bisa makin runyam kalo gue turun disini. Bisa2 gue digangbang” Indah bergidik sambil melihat sekitarnya.

”Ya biarlah si Johan bisa seneng-seneng bentar nggranyangi toked gue. Itung-itung amal. Kampret juga si Johan ini”.

Akhirnya Indah ngomong ”Ya udah, cuma pegang susu gue doang kan. Jangan lama-lama” Indah ketus.

”Ga kok Van, cuma sampe kos lo doang” kata Johan penuh kemenangan.

”Sialan, itu sih bisa setengah jam sendiri. Ya udhlah, biar cepet beres nih urusan sialan” pikir Indah.

Tangan kiri Johan langsung terjulur meraih toked Indah sebelah kanan bagian atas yang menonjol dari balik t-shirtnya. Indah merasakan jari-jari kasar Johan dikulit tokednya mulai membelai-belai pelan. Darah Indah agak berdesir ketika merasakan belaian itu mulai disertai remasan-remasan lembut pada toked kanan bagian atasnya.

Sambil tetap menyetir, Johan sesekali melirik ke sebelah menikmati muka Indah yang menegang karena sebal tokednya diremas-remas. Johan sengaja jalanin mobil agak pelan, sementara Indah tidak sadar kalau laju mobil tidak secepat sebelumnya, karena konsen ke tangan Johan yang mulai meremas-remas aktif secara bergiliran kedua bongkahan tokednya.

Nafas Indah mulai agak memburu, tapi Indah masih bisa mengontrol pengaruh remasan- remasan tokednya pada nafsunya.

”Enak aja kalo gue sampe terangsang gara-gara ini” pikir Indah .

Tapi Johan lebih jago lagi, tiba-tiba jari-jarinya menyelusup kedalam t- shirt Indah , bahkan langsung masuk kedalam BH-nya yg satu ukuran lebih kecil. Toked Indah yang sebelah kanan terasa begitu penuh di telapak tangan Johan yang sebenarnya lebar juga.

”Ahh…!” Indah terpekik kaget karena manuver Johan.

”Hehe buset toked lo Van, gede banget. Kenyal lagi. Enak banget ngeremesinnya. Tangan gue aja ga cukup neh hehe” ujar Johan penuh nafsu.

Johan melanjutkan gerakannya dengan menarik tangan kirinya beserta toked Indah keluar dari BH-nya. Toked sebelah kanan Indah kini nongol keluar dari wadahnya dan terekspos full.

”Wuah..buset gedenya. Pentilnya juga gede neh. Sering diisep ya Van” kata Johan vulgar.

”Bangsat lo Jo. Kok sampe gini segala” protes Indah berusaha mengembalikan tokednya kedalam BH-nya.

Tangan Indah langsung ditahan oleh Johan ”Eh, inget janji lo.

Gue boleh ngremesin toked lo. Mo didalam BH kek, di luar kek, terserah gue”. Sambil cemberut Indah menurunkan tangannya.
Penuh kemenangan, Johan kembali menggarap toked Indah  yang kini keluar semuanya. Remasan-remasan lembut di pangkal toked, dilanjutkan dengan belaian memutar disekitar puting, membuat Indah semakin kehilangan kendali. Nafasnya mulai memburu lagi. Apalagi Johan mulai memelintir-melintir puting Indah yang besar dan berwarna pink. Gerakan memilin-milin puting oleh jari-jari Johan yang kasar memberikan sensasi geli dan nikmat yang mulai menjalari toked Indah . Perasaan nikmat itu mulai muncul juga disekitar selangkangan. Perasaan geli dan getaran- getara nikmat mulai menjalar dari bawah puser menuju ujung selangkangan Indah .

”Ngehek nih cowok. Puting gue itu tempat paling sensitif gue. Harus bisa nahan!” membatin si Indah .

Tapi puting Indah yang mulai menegang dan membesar tidak bisa menipu Johan yang berpengalaman.

”Hehe mulai horny juga nih lonte. Rasain lo” pikir Johan kesenangan.

Karena berusaha menahan gairah yang semakin memuncak, Indah tidak sadar kalau Johan sudah mengeluarkan kedua bongkah tokednya. Tangan kiri Johan semakin ganas meremas-remas toked dan memilin-milih kedua puting Indah . Ucapan- ucapan mesum pun mulai mengalir dari Johan “Nikmatin aja Van, remasan- remasan gue. Puting lo aja udh mulai ngaceng tuh.

Ga usah ditahan birahi lo. Biarin aja mengalir. vagina lo pasti udah mulai basah sekarang”. Indah sebal mendengar ucapan-ucapan vulgar Johan, tapi pada saat yang sama ucapan-ucapan tersebut seperti menghipnotis Indah  untuk mengikuti libidonya yang semakin memuncak.

Indah juga mulai merasakan bahwa celana dalamnya mulai lembab. “Sial..vagina gue mulai gatel. Gue biarin keluar dulu kali, biar gue bisa jadi agak tenangan. Jadi habis itu, gue bisa nanganin birahi gue walopun si Johan masih ngremesin toked gue” pikir Indah yang mulai susah menahan birahinya. Berpikir seperti itu, Indah melonggarkan pertahanannya, membiarkan rasa gatal yang mulai menjalari vaginanya menguat. Efeknya langsung terasa. Semakin Johan mengobok-ngobok tokednya, rasa gatal di vagina Indah semakin memuncak.

“BUSETT. Cuma diremes-remes toked gue, gue udah mo keluar”. Indah menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah, ketika kenikmatan semakin menggila di bibir vaginanya. Johan yang sudah memperhatikan dari tadi bahwa Indah terbawa oleh birahinya, semakin semangat menggarap toked Indah. Ketika melihat urat leher Indah  menegang tanda menahan rasa yang akan meledak di bawahnya, jari telunjuk dan jempol Johan menjepit kedua puting Indah dan menarik agak keras kedepan. Rasa sakit mendadak di putingnya, membawa efek besar pada rasa gatal yang memuncak di memiaw Indah.

Kedua tangan Indah meremas jok kuat-kuat, dan keluar lenguhan tertahan Indah “Hmmmffhhhhhhh….”. Pada saat itu, vagina Indah langsung banjir oleh cairan pejunya.

Pantat Indah mengangkat dan tergoyang-goyang tidak kuat menahan arus orgasmenya. “Oh..oh..hmmffhh” Indah masih berusaha menahan agar suaranya tidak keluar semua, tapi sia-sia saja. Karena Johan sudah melihat bagaimana Indah orgasme, keenakan karena tokednya dipermainkan.

“Hahaha dasar lonte lo Van. Sok ga suka. Tapi keluarnya sampe kelonjotan gitu” Ngakak Johan penuh kemenangan.

Nafas Indah masih tidak beraturan, dan agak terbungkuk-bungkuk karena nikmatnya gelombang orgasme barusan. “Kampret lo Jo” maki Indah perlahan.

“Lo boleh seneng sekarang. Tapi berikut ga bakalan gue keluar lagi. Gue udah ga horny lagi” tambah Indah yang berpikir setelah dipuasin sekali maka libidonya akan turun.

Tapi, ternyata inilah kesalahan terbesarnya. Beberapa saat setelah vaginanya merasakan orgasme sekali, sekarang malah semakin berkedut-kedut, makin gatal rasanya ingin digesek-gesek. ”Lho, kok vagina gue makin gatel. Berkedut-kedut lagi. Aduuuh..gue pengen vagina gue dipenisin sekaraangg..siaall..” sesal Indah dalam hati.

Johan seperti tahu apa yang berkecamuk dalam diri (dan vagina) Indah. Walaupun Indah bilang dia tidak horny lagi, tapi nafasnya yang memburu dan putingnya yang semakin ngaceng mengatakan lain. Johan menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan bersemak yang memang sangat sepi, dan tangannya langsung bergerak ke setelan kursi Indah.

Tangan satunya langsung menekan kursi Indah agar tertidur. Indah yang masih memakai seatbealt, langsung ikut terlentang bersama kursi.

”EEHHH…APA-APAAN LO JO??” Teriak Indah.

Tidak peduli teriakan Indah, tangan kiri Johan langsung meremas toked Indah lagi, sedang tangan kanannya langsung meremas vagina Indah.

”OOUUHHHH……….!!” lenguh Indah keras, karena tidak menyangka vaginanya yang semakin gatel dan berkedut-kedut keras akan langsung merasakan gesekan, bahkan remasan.

Akibatnya, Indah langsung orgasme untuk kedua kalinya. Johan tidak tinggal diam, ketika badan Indah masih mengejang- ngejang, jari-jarinya menggesek-gesek permukaan celana dalam Indah kuat-kuat. Akibatnya, gelombang orgasme Indah terjadi terus-menerus.

Cerita Sex Numpang di Dalam Mobil Temanku

”Oouuuhh…Aghhhh…Ouhhhhhhhh hh Ethaannnnn…!! Teriak Indah makin keras karena kenikmatan mendadak yang menyerang seluruh selangkangan dan tubuhnya. Kedua tangan Indah semakin kuat meremas jok, mata memejam erat dan urat- urat leher menonjol akibat kenikmatan yang melandanya.

Ketika gelombang orgasme mulai berlalu, Indah mulai membuka matanya dan mengatur pernafasannya. Rasanya jengah banget karena keluar begitu hebatnya di depan si Johan.

”Aseem, napa gue keluar sampe kaya gitu sih. Bikin tengsin aja. Tapi, emang enak banget. Udah semingguan gue ga ngentot” batin Indah.

Saat Indah masih enjoy rasa nikmat yang masih tersisa, Johan sudah bergerak di atas Indah, mengangkat t-shirt Indah serta menurunkan BH-nya kekecilan sehingga toked Indah yang bulat besar terpampang jelas di depan hidung Johan.

Tersenyum puas dan napsu banget Johan berucap ”Gilaa..toked lo Van. Gede banget, mengkal lagi. Harus gue puas-puasin ngenyotinnya ni malem”. Johan langsung menyergap kedua toked Indah yang putingnya masih mengacung tegak.

Mulutnya mengenyot toked yang sebelah kanan, sambil tangan kanannya meremas-remas & memilin-milin puting yang sebelah kiri. Diisap-isap, lidah Johan juga piawai menjilat-jilat dan memainkan kedua puting Indah.

Gigitan-gigitan kecil dipadu remasan-remasan gemas jemari Johan, membuat Indah  terpekik ”Ehhgghh ahh.. ahh.. Jooohanhnn.. kahtanya.. kahtanya cuma pegang-pegang..kok.. kok sekarangg.. loh ngeyotin tohked guehh…ahh..ahh..” kata Indah  sambil tersengal-sengal nahan birahi yang naik lagi akibat rangsangan intensif di kedua tokednya.

Johan sudah tidak ambil pusing ”Hajar bleh. Kapan lagi gue bisa nikmatin toked kaya gini bagusnya”. Sekarang kedua tangan Johan menekan kedua toked Indah ketengah, sehingga kedua putingnya saling mendekat.

Kedua puting Indah langsung dikenyot, dihisap & dimainin oleh lidah Johan. Sensasinya luar biasa, Indah semakin terhanyut oleh birahinya. Desahan pelan tertahan mulai keluar dari bibir ranum Indah . Lidah Johan mulai turun menyusuri perut Indah yang putih rata, berputar-putar sejenak di pusernya. Tangan kanan Johan aktif membelai-belai dan meremas paha bagian dalam Indah.

”Aah..ah.. emhh.. emh..Jo.. lo ngapahin sihh..” keluh Indah tak jelas.

Dengan sigap Johan menyingkap rok mini Indah tinggi-tinggi. Memperlihatkan mini panty La Senza Indah berwarna merah. Agak transparan, dibantu cahaya lampu jalan samar-samar memperlihatkan isinya yang menggembung montok. Jembi Indah yang tipis terlihat hanya diatas saja, dengan alur jembi ke arah pusernya. ”Buseett..sexxyy bangett.. bikin konak gue ampir ga ketahan.

” syukur Johan dalam hati. Tanpa babibu lagi jari-jari Johan langsung menekan belahan memiek Indah, dan Johan langsung mengetahui betapa horny-nya Indah

”Wah Van, vagina lo udah becek banget neh. Panty lo aja ampe njeplak gini hehe”. Indah cuma bisa menggeleng-geleng lemah, sambil tetap menggigit bibir bawahnya, karena jemari Johan menenekan dan menggesek-gesek vaginanya dari atas panty.

”Thaan..Jo..singkirinn tangan lo doong….emh..emh..” keluh Indah perlahan, tapi matanya memejam dan gelengannya semakin cepat.

”Wah, harus cepat gw beri teknik lidah gue neh, biar si Indah makin konak hehe” pikir Johan napsu.

Cepat Johan ambil posisi di depan selangkangan Indah yang terbuka. Kursi Indah dimundurkan agar beri ruang cukup untuk manuver barunya. Paha Indah dibuka semakin lebar, dan Indah nurut saja. Jemari Johan meraup panty mungil Indah , dan membejeknya jadi bentuk seperti seutas tali sehingga masuk kedalam belahan vagina Indah. Johan mulai menggesek-gesekkan panty Indah ke belahan memiawnya dengan gerakan naik turun dan kiri kanan yang semakin cepat.

”Aah.. aahh… ehmm..ehhmm.. uuh.. hapaan itu EtJon ahh…” desah Indah keenakan, karena gesekan panty tersebut menggesek-gesek bibir dalam vaginanya sekaligus clitorisnya.

Johan juga semakin konak melihat vagina Indah yang terpampang jelas. Dua gundukan tembem seperti bakpau, mulus tanpa ada jembi di sekelilingnya, cuma ada dibagian atasnya saja. ”Van, vagina lo ternyata mantap & montok banget. Pasti enak kalo gue makan neh. Apalagi sampe gue genjot nanti hehe” ujar Johan penuh nafsu.

Panty Indah dipinggirkan sehingga lidah Johan dengan mudah mulai menjilati bibir memiaw Indah. Tapi sebentar saja Johan tidak betah dengan panty yang mengesek pipinya. Langsung diangkatnya pantat Indah , dan dipelorotkan panty-nya. Kini antara Johan dan vagina Indah yang tembem dan mulus, sudah tidak ada penghalang apa-apa lagi.

Johan langsung menyosorkan mulutnya untuk mulai melumat bakpao montok itu. Tapi, Indah yang tiba-tiba memperoleh kesadarannya, karena ada jeda sesaat ketika Johan melepaskan pantynya, berusaha menahan kepala Johan dengan kedua tanggannya.

”Gila lo Jo, mo ngapain lo?? Jangan kurang ajar ya.

Bukan gini perjanjian kita!” ujar Indah agak keras. Tapi kedua tangan Indah dengan mudah disingkirkan oleh tangan kiri Johan, dan tanpa dapat dicegah lagi mulut Johan langsung mencaplok vagina Indah . Johan melumatnya dengan gemas, sambil sekali lidah menyapu-nyapu clitoris dan menusuk- nusuk kedalam memiaw.

Bunyi kecipakan ludah dan peju Indah terdengar jelas. Konak Indah yang sempat turun, langsung naik lagi ke voltase tinggi. Kepala Indah mengangkat dan dari bibirnya yang sexy keluar lenguhan agak keras.

”Ouuuffhhh….eeahh…ah. .ah lo apain mehmmek gue Jon..” erang Indah nyaris setengah sadar.

Rasa gatal yang hebat menyeruak dari sekitar selangkangannya menuju bibir-bibir vaginanya. Rasa gatal itu mendapatkan pemuasannya dari lumatan bibir, jilatan lidah dan gigitan kecil Johan. Tapi, semakin Johan beringas mengobok-obok vagina Indah dengan mulut, dibantu dengan ketiga jarinya yang mengocok lubang vagina Indah, rasa gatal nikmat itu malah semakin hebat. Indah sudah tidak dapat membendung konaknya sehingga desahan dan erangannya sudah berubah menjadi lenguhan.

” OUUHHHHG….. HMMPPHH… ARRGGHH.. HAHHH.. OUHHH..”. Kepala Indah menggeleng ke kiri dan kanan dengan hebatnya. Kedua tangannya menekan kepala Johan semakin dalam ke selangkangannya. Pantatnya naik turun tidak kuat menahan rangsangan yang langsung menyentuh titik tersensitif Indah. Rasa ogah & jaim sudah hilang sama sekali. Yang ada hanya kebutuhan untuk dipuaskan.

”JOHHHAANN…GILLAA… HOUUUHHH.. ENAAKK…. JON…AHHH” Indah semakin keenakan.

Johan yang sedang mengobok-obok vagina Indah semakin semangat karena vagina Indah sudah betul-betul banjir. Peju dan cairan pelumas Indah membanjir di mulut dan jok mobil Johan. Jempol kiri Johan menggesek- gesek clitoris Indah, sedang jari-jari Johan mengocok-ngocok lubang vagina dan G-spot Indah dengan cepat. ”Heh, ternyata lo lonte juga ya Van. Mulut lo bilang nggak-nggak mulu. Tapi vagina lo banjir kaya gini.

Becek banget” kata Johan dengan semangat sambil tetap ngocok memiaw Indah. Dalam beberapa kocokan saja Indah sudah mulai merasakan bahwa gelombang orgasme sudah diujung vaginanya. Ketika Johan melihat mata Indah yang mulai merem melek, otot-otot tangan mulai mengejang sambil meremas jok mobil kuat-kuat dan pantat Indah yang mulai mengangkat, Johan tau bahwa Indah akan sampai klimaksnya.

Langsung saja Johan menghentikan seluruh aktivitasnya di wilayah selangkangan Indah. Indah jelas saja langsung blingsatan ” Ah..ah napa brentii…” sambil tangannya mencoba mengocok vaginanya sendiri.

Johan dengan tanggap menangkap tangan Indah, dan berujar ”Lo mau dituntasin?”.

Indah merajuk ”Hiyah.. Jo.. gue udah konak banggett nih. Pleasee.. kocokin lagi gue ya”.

“Kalo gitu lo nungging sekarang” kata Johan sambil menidurkan kursi sopir agar lebih lapang lagi dan ada pijakan buat Indah nungging.

“Napa harus nungging Jo” Indah masih merajuk dan tangannya masih berusaha untuk menjamah vaginanya sendiri.

“Ayo, jangan bantah lagi” kata Johan sambil mengangkat pantat Indah agar segera menungging.

Indah dengan patuh menaruh kedua tangannya di jok belakang, dengan kedua lutut berada di jok depan yang sudah ditidurkan. Posisi yang sangat merangsang Johan, demi melihat bongkahan pantat yang bulat, dan vagina tembem yang nongol mesum di bawahnya.

Cepat Johan melepas sabuk dan celana panjangnya, lalu meloloskan celana dalamnya. Langsung saja penis hitam berurat sepanjang 17cm dan berdiameter 4.5cm itu melompat tegak mengacung, mengangguk-ngangguk siap untuk bertempur. Indah yang mendengar suara- suara melepas celana di belakangnya, menengok dan langsung kaget melihat penis Johan sudah teracung dengan gagahnya.

”Buset, gede juga tu penis, hampir sama dg punya Albert” pikir Indah reflek. ”Eh, lo mo ngontolin gue Jo. Enak aja!” teriak Indah dan mencoba untuk membalik badan.

Tapi Johan lebih cepat lagi langsung menindih punggung Indah , sehingga Indah harus bertelekan lagi dengan kedua sikunya ke jok belakang. Johan menggerakkan maju mundur pantatnya sehingga penisnya yang ngaceng, menggesek-gesek bibir vagina Indah . ”Sshh…Jo…mmhh.. jangan macem- macem lo ya!” ujar Indah masih berupaya galak, tidak mau dikentot oleh Johan.

Kedua tangan Johan meraih kedua toked besar Indah yang menggantung dan meremas-remasnya dengan ganas. Sambil menciumi dan menggigit tengkuk Indah , Johan berkata ”Udah deh, lo ga usah sok ga doyan penis gitu. Kan lo yang mau dituntasin.

Ini gue tuntasin sekalian dengan penis gue. Lebih mantep timbang cuma jari & lidah hehe”. Remasan & pilinan di kedua toket dan serbuan di tengkuk dan telinga membuat gairah Indah  mulai naik lagi. Nafas Indah mulai memburu.

Tapi Indah masih mencoba untuk bertahan. Namun, gesekan penis yang makin intense di bibir vagina Indah , betul-betul membuat pertahanan Indah makin goyah. Kepalanya mulai terasa ringan, dan rasa gatal kembali menyerang vaginanya dengan hebat.

”Hmffh…shh…awas lo Jo kalo sampe hhemm.. sampe berani masukin penis lo, lo bakal gue..hmff..gue….OUUHHHHH” omongan Indah terputus lenguhannya, karena tiba-tiba Johan mengarahkan pal-kon nya ke lubang vagina Indah yang sudah basah kuyup dan langsung mendorongnya masuk, hingga kepala penis Johan yang besar kaya jamur merah amblas dalam vagina tembem Indah , sehingga ada peju Indah yang muncrat keluar.

”Hah..hah…shhh…brengs ek lo Johannn. penis lo…penis lo…itu mo masuk ke vagina guee…” erang Indah kebingungan, antara gengsi dan birahi. Johan diam saja, tapi memajukan lagi pantatnya sehingga tongkolnya yang besar masuk sekitar 2 cm lagi, tapi kemudian ditarik perlahan keluar lagi sambil membawa cairan pelumas vagina Indah .

Sekarang pantat Johan maju mundur perlahan, mengocok memiaw Indah tapi tidak dalam-dalam, hanya dengan pal- konnya aja. Tapi, hal ini malah membuat Indah blingsatan, keenakan.

”HMFPHH….HEEMMFFHH…SS HH AAHH… Johannn penis lo… penis lo… ngocokin vagina guee….hhmmmff”. Rasa gatal yang mengumpul di vagina Indah , serasa digaruk- garuk dengan enaknya. Indah yang semula tidak mau dipenisin, jadi kepengen dikocok terus oleh penis Johan. Kata Johan

”Jadi mau lo gimana? Gue stop neh”. Johan langsung mencabut penisnya, dan hanya menggesek-gesekkan di bibir vagina Indah .

”Ethaan…pleasee.. kentot gue. Masukin penis lo ke vagina gue. Gue udah ga tahan gatelnya..gue pengen dikenttooott!!!” rengek Indah sambil menggoyang-goyangkua pinggulnya, berusaha memundurkan pantatnya agar penis Johan yang dibibir vaginanya bisa masuk lagi.

”Hahahaha sudah gue duga, elo emang lonte horny Van. Dari tampang & body elo aja gue tau, kalo elo itu haus tongkol” tawa Johan penuh kemenangan.

”Ayo buka paha lebih lebar lagi” perintah Johan.

Indah langsung menurutinya, membuka pahanya lebih lebar sehingga vaginanya makin terpampang. Johan tanpa tedeng aling-aling langsung menusukkan penisnya kuat-kuat ke vagina Indah . Dan…BLESHH…seluruh tongkol hitam itu ditelan oleh vagina montok Indah . Air peju Indah terciprat keluar akibat tekanan tiba-tiba benda tumpul besar.

”AUUGGHHHH…………!!! ” pekik Indah yang kaget dan kesakitan.

”Hehehe gimana rasa penis gue Van” kekeh Johan yang sedang menikmati hangat dan basahnya vagina Indah . Indah masih shock dan agak tersengal-sengal berusaha menyesuaikan diri dengan benda besar yang sekarang menyesaki liang vaginanya.

”Buseet..tebel banget nih penis, vagina gue penuh banget, keganjel. Mo buka paha lebih lebar lagi udah ga bisa.. mhhmff” erang Indah dalam hati.

Karena Indah diam saja, hanya nafasnya saja yang terdengar memburu. Johan mulai menarik keluar penisnya sampai setengahnya, kemudian mendorongnya masuk lagi. Demikian terus menerus dengan ritme yang tepat.

”Hehh..heh…mmm legit banget vagina lo Vannn..” desah Johan keenakan ngentotin vagina Indah yang peret tapi basah itu. Hanya butuh tiga kocokan, Indah mulai didera rasa konak dan kenikmatan yang luar biasa. Menjalari seluruh tangan, pundak, tokednya, sampai selangkangan dan seluruh vaginanya.

Rasa gatal yang sangat digemari oleh Indah seperti mengumpul dan menjadi berkali lipat gatalnya di vaginae Indah . Indah sudah tidak mendesah lagi, tapi melenguh dengan hebat. Hilang sudah gengsi, tinggal rasa konak yang dahsyat.

”UUHHHHH…..UHHH……OUUHHGG GG… ENNAAKKNYAA…”. ”OH GODD..vagina GUE…vagina GUE..” Indah terbata-bata disela lenguhannya yang memenuhi mobil..

”vagina GUE..GATELLL BANGETT….KENTTOOTTT GUE TJON… ARGGHH…” Lenguhan Indah semakin keras dan omongan vulgar keluar semua dari bibir sexy-nya. Kepalan tangan Indah menggegam keras, kepalanya menggeleng semakin cepat, pinggulnya bergerak heboh berusaha menikmati seluruh penis Johan. Johan pun terbawa napsunya yang sudah diubun-ubun.

Tangannya meremas-remas toked Indah tanpa henti dengan kasarnya, dan Johan sudah tidak menciumi pundak & tengkuk Indah , melainkan menggigitnya meninggalkan bekas-bekas merah. Pantatnya bergerak maju mundur dengan ritme yang berantakan, cepat lalu perlahan, kemudian cepat lagi, membuat penis Johan mengocok vagina Indah seperti kesetanan.

Bunyi pejuh Indah yang semakin membanjir menambah nafsu mereka berdua semakin menggila. SLEPP..SLEPP..SLEPP..PLAK..PLA K… suara penis yang keluar masuk vagina dan benturan pantat Indah dengan pangkal penis Johan terdengar di sela-sela lenguhan Indah & Johan.

Tak sampai 10 menit Indah merasakan aliran darah seluruh tubuhnya mengalir ke vaginanya. Rasa gatal sepertinya meruncing dan semakin memuncak di tempat-tempat yang dikocok oleh tongkol Johan.

”GUEE KELUAARRRR JONN…… OUUUHHHHHHHHH….A HHHHHHH…” teriak Indah melampiaskan rasa nikmat yang tiba- tiba meledak dari vaginanya. Johan merasakan semburan hangat pada tongkolnya dari dalam vagina Indah . Karena Johan tetap mengocokkan penisnya, bahkan lebih cepat ketika Indah  mencapai klimaksnya, Indah bukan saja dilanda satu orgasme, melainkan beberapa orgasme sekaligus bertubi-tubi.

”OAHHH…OHHH….UUUHH..KOK..K OK.. KLUAR TERUSSS NIIIHHH…” erang Indah dalam klimaksnya yang berkali-kali sekaligus. Hal ini membuat Indah berada dalam kondisi extacy dalam 30 detik lamanya. Badan Indah berkelonjotan, air pejunya muncrat keluar dari dalam vaginanya.

”Gilaa..enak bener Jo… gue sampe keluar berkali-kali” ujar Indah agak bergetar karena Johan masih dengan nafsunya mompain vagina Indah.

”Hehehe demen banget liat lo keluar kaya gitu Van. Betul-betul nafsuin. Tapi ini baru setengah jalan. Gue bikin lo lebih kelonjotan lagi. Gue kentot lo sampai peju lo keluar semua” kata Johan.

Indah hanya bisa merutuk dalam hati, karena memang dia merasa keenakan dientot Johan dengan cara sekasar itu. Kemudian Johan membalik tubuh Indah agar terlentang dan bersandar di jok belakang. Kedua kaki Indah diangkat dan mengangkang lebar sehingga Johan bisa dengan jelas melihat vagina Indah yang chubby itu berleleran dengan peju Indah.

”Jo, udahan dulu ya. Gue lemes banget” Indah terengah-engah minta time-out.

Tapi bukan Johan namanya kalo nurutin kemauan si cewek. Bagi Johan, si cewek harus digenjot terus sampai betul-betul lemes, baru disitu si cewek dapat klimaksnya yang paling hebat. Tidak pedulian rengekan Indah , Johan langsung mengarahkan penisnya ke vagina Indah yang menganga, dan langsung BLEESHH..!! Dengan mudahnya vagina Indah menelan penis Johan.

”Hmmffpp..sshiitt..” Indah cuma bisa mengumpat perlahan karena tiba-tiba saja (lagi) penis Johan sudah amblas kedalam vaginanya. Johan langsung menggenjot Indah dengan kecepatan tinggi.

SLLEPP…SLEEPP… SLLEPPP…SLEPP…. penis Johan keluar masuk vagina Indah dengan cepat. Indah yang sudah lemes dan kehabisa energy, tiba-tiba mulai merasakan sensasi horny lagi.

”Oh shit..gue kok horny lagi. Lagi-lagi vagina gue minta digaruk shhhh..” mengumpat Indah dalam hati. Johan yang kini berhadapan dengan Indah , bisa melihat perubahan mimik muka Indah yang dari lemes dan ogah- ogahan, menjadi mimik orang keenakan dan horny abis.

”Hehehe gue kata juga apa. Elo memang harus dikentot terus, dasar vagina lonte” ujar Johan sambil terus memompa vagina Indah . Kedua tangan Johan kini bertelekan di toked Indah , dan meremasnya seperti meremas balon.

”AAHH…AHH… AHH..EEMMPPHH… .EKKHH….” erang Indah yang merem melek keenakan dientot. Kali ini tidak sampai 5 menit, seluruh otot tubuh Indah sudah mengejang. Kedua tangan Indah memeluk dan mencakar punggung Johan kuat-kuat. Lenguhan yang keluar dari mulut Indah semakin keras.

”HOUUUHH….HOOOHH….UUUGGHHH … ENNAAKKKKK..TERUSSS JON…. GENJOTTT TERUSS…. GUE AMPIIRR NEEHHH……..”.

”Woe, lonte, lo udah mo keluar lagi? Tunggu gue napa” damprat Johan tapi tetapi malah mempercepat genjotannya.

Tanpa dapat dihalangi lagi, vagina Indah kembali berkedut-kedut keras dan meremas-remas penis Johan yang berada didalamnya. Diiringi pekikan keras, Indah mencapai klimaksnya yang kesekian. ”AAGGGHHHHHHHHHHHHH……….. ………GUE KLUUAARRR ……..”. Indah merasakan gelombang kenikmatan yang luar biasa itu lagi, dan seluruh tulangnya serasa diloloskan.

”Hhhh…..enak bangetttttt. Lemes banget gue” membatin si Indah .

Melihat Indah yang sudah keluar lagi, kali si Johan agak kesal karena dia sebenernya juga sudah hampir keluar. Tapi kalo si cewek sudah nggak binal lagi, si Johan merasa kurang puas.

”Sialan, lo Van. Main keluar aja lo. Kalo gitu gue entot diluar aja lo. Di sini sempit banget”. Maka Johan langsung membuka pintu mobil, keluar dan menarik Indah keluar.

”Eh..eh.. apa-apaan ni Jo. Gue mo dibawa kemana?” tanya Indah lemes.

“Kaki gue lemes banget Jo, susah banget berdiri” tambah Indah .

Johan langsung bopong Indah keluar dari mobil. Langsung dibawa kedepan mobil. Lantas badan Indah ditenkurapkan di kap depan BMW-nya. Posisinya betul-betul merangsang. Pinggang ke atas tengkuran di kap mobil, dengan kedua tangan terpentang. Kedua kaki Indah  yang lemes menjejak tanah, dibuka lebar- lebar pahanya oleh Johan. Indah jengah sekali karena kini dia bugil di tempat terbuka. Siapa saja bisa melihat mereka.

”Jo, balik dalam lagi aja yuk” ujar Indah sambil berupaya berdiri.

Tapi dengan kuatnya tangan Johan menahan punggung Indah agar tetap tengkurap di kap mobil, sehinggu pantatnya tetap nungging. ”Kan gue udah bilang, gue bakal kentotin lo sampai habis peju lo Van” ujar Johan yang nafsunya makin berkobar melihat posisi Indah.

Hawa dingin malam malah membuat Johan merasa energinya kembali lagi. Kedua tangan Johan meremas bongkahan semok pantat Indah , dan membukanya sehingga vagina Indah yang masih berleleran peju ikut membuka. Johan langsung melesakkan penisnya dalam-dalam ke vagina Indah . ”AHHHH…” pekik Indah tertahan.

Kali ini Johan betul-betul seperti kesetanan. Tidak ada gigi 1, atau 2, bahkan 3. Langsung ke gigi 4 dan 5. Genjotan maju mundurnya dilakukannya sangat cepat, dan ketika menusukkan tongkolnya dilakukan dengan penuh tenaga. PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK..bunyi pantat Indah yang beradu dengan badan Johan semakin keras terdengar.

”GILAA…ENAKKK BANGET NIH vaginaKK…..” Johan mengerang keenakan.

Cerita Sex Numpang di Dalam Mobil Temanku

Tangannya mencengkram pantat Indah kuat- kuat, dan kepala Johan mendongak ke atas, keenakan. Indah yang mula-mula kesakitan, mulai terangsang lagi. Entah karena kocokan Johan, atau karena sensasi ngentot di areal terbuka seperti ini. Perasaan seperti dilihat orang, membuat vagina Indah berkedut- kedut dan gatel lagi. Maka lenguhannya pun kembali terdengar.

”OUUHHH….HHHMMFFPPPPP….OHH H..UOOHH…ENAK..ENAK..ENAAKKK ….” Indah meceracau. Mendengar lenguhan Indah , Johan tambah nafsu lagi ”Ooo.. lo demen ya dikentot kasar gini ya Van..Gue tambahin lagi kalo gitu” kata Johan dengan nafas memburu.

Jari-jari Johan tetap mencengkram bongkahan montok pantat Indah , tapi bedanya kedua jari jempolnya dilesakkan kedalam lubang pantatnya. Dan digerakkan berputar- putar didalamnya. Lubang pantat Indah adalah juga merupakan titik sensitif bagi Indah , sehingga mendatangkan sensasi baru lagi. Apalagi 2 jari jempol yang langsung mengobok-oboknya. Indah makin blingsatan dan makin heboh lenguhannya.

”GILAA LO JO…UUHHHHHH.. UHH..UHH.. OUUUUUUHHHHHHH…..! Indah sudah tidak bisa berkata-kata lagi, cuma lenguhan yang kluar dari mulutnya. Johan tidak sadar bahwa setelah hampir 10 menit mengocok Indah dari belakang, Indah sudah dua kali keluar lagi. Indah yang sudah agak lewat sensasi orgasmenya, mulai menyadari bahwa gerakan Johan mulai tidak beraturan dan tongkolnya jadi membesar.

”Oh shit, Johan mo keluar. Pasti dia pengen nyemprot dalam vagina gue. Harus gue cegah” pikir Indah panik.

Tapi, pikiran tinggal pikiran. Badan Indah  tidak mau diajak kerja sama. Mulutnya meneriakkan ”THAAN, JANGAN NGECRET DIDALLAMM….PLEASEE!!!”.

Tapi Johan yang memang sudah berniat menyemprotkan pejunya dalam vagina Indah , malah semakin semakin semangat menggenjot dalam-dalam vagina Indah . Indah sendiri karena vaginanya semakin disesaki oleh penis Johan yang membesar karena hendak ngecret, jadi terangsang lagi dan langsung hendak ngecret juga. Maka, ketika Johan mencapai klimaksnya, tangannya mencengkram pantat Indah kuat- kuat, dan penisnya ditekan dalam-dalam dalam vagina Indah , Johan meraung keras.

“HMMUUUUAHHHHH….AAHHHH” cairan peju hangat Johan menyemprot berkali-kali dalam liang vagina Indah . Indah pun bereteriak keras ” OUUUAAHHHH….GUE KELUARRRRR….” dan pejunya pun ikut muncrat lagi.

Kedua mahluk lain jenis itu berkelonjotan menikmati setiap tetes peju yang mereka keluarkan. Cairan peju Johan dan Indah berleleran keluar dari sela-sela jepitan penis & vagina Indah . Banyak sekali cairan yang keluar meleleh dari vagina Indah  turun ke pahanya. Johan puas sekali bisa menembakkan pejunya dalam vagina cewek sesexy Indah . Apalagi si Indah ikutan keluar juga.

”Komplet dah” pikir Johan.

Karena lemas, Johan ikut tengkurap, menindih tubuh Indah di atas kap mobil. penisnya yang mulai mengecil, masih dibiarkan di dalam vagina Indah . Sedang Indah sendiri, masih memejamkan mata menikmati setiap sensasi extasy kenikmatan orgasme yang masih menjalarinya seluruh tubuhnya.

Belum pernah ia ngentot sampai keluar lebih dari 4 kali seperti ini. Apalagi sebelumnya dia sempat menolak. Rasa tengsin dan malu mulai menjalar lagi, setelah gelombang kenikmatan orgasmenya memudar.

Johan yang masih menindihnya berkata ”Hehehe enak kan. Gue demen banget ngentot sama lo Van. Betul-betul binal & liar. Vagina lo ga ada matinya, nyemprot peju mulu” kata Johan seenaknya.

Indah cuma bisa diam dan ngedumel dalam hati. ”Udah, bangun lo. Anter gue pulang sekarang. Berlebih banget nih gue bayarnya” ujar Indah ketus.

”Heheh ok..ok gue udah dapet apa yang gue mau. Sekarang gue anter lo pulang” balas Johan.

Johan pun bangun dari punggung Indah  dan beranjak ke pintu mobil dan mulai memakai pakaian dan celananya. Tapi kemudian dia heran, kok si Indah masih tengkurapan aja di kap mobil. ”Hei, katanya mo pulang. Kok masih tengkurapan aja” tanya Johan.

Indah tidak menjawab, hanya terdenger dengusan nafas saja. Ketika Johan menghampiri, terlihatlah betapa merahnya muka Indah , karena menahan malu. ”Jo, bantuin gue bangun dong. Kaki gue lemes banget. Selangkangan gue rasanya kaya masih ada yang ngganjel” ujar Indah malu-malu.

”Hahaha…KO juga lo ya, cewe paling bahenol di kampus” tawa Johan membahana.

Bertambahlah merahlah muka si Indah . Ketika mau bopong Indah , tiba-tiba pikiran mesum Johan keluar lagi. Dikeluarkanlah HP-nya yang berkamera. Johan ambil beberapa shot posisi Indah yang mesum banget itu plus dua close up vagina Indah yang berleleran peju.

Karena Indah memejamkan mata untuk mengatur nafas, dia tidak sadar akan tindakan Johan. Akhirnya Johan kasihan juga, tubuh Indah  dibopong masuk kedalam mobil. Bahkan dibantuin memakai pakaian dan roknya lagi.

Tapi ketika Indah meminta panty-nya, Johan berkata ”Ini buat gue aja. Kenang-kenangan. Lo ga usah pake aja. Vagina lo butuh udara segar kelihatannya, habis tadi gue sumpalin pake penis gue terus”.

”Sial lo Jo. Ya udah, ambil dah sana” ketus Indah.

Indah langsung tertidur di kursi mobil. Baru terbagun ketika mobil Johan sudah sampai di depan pagar kos-kosan Indah.

”Lo bisa jalan ga Van? Kalo masih lemes, gue papah deh masuk ke kamar lo. Itung-itung ucapan terima kasih sudah mau ngentot ama gue malam ini hehe” kata Johan nakal.

Indah tidak bisa menolak tawaran itu, karena memang dia masih merasa lemas dikedua kakinya. Maka Johan pun memapah Indah berjalan menuju kosnya. Kamar Indah ada di lantai 2. Kamar-kamar di lantai 1 sudah pada tertutup semua. Tidak ada penghuninya yang nongkrong di luar.

Diam-diam Indah merasa lega. Apa kata orang kalo dia pulang dipapah seperti ini. Kalo ga dibilang lagi mabok, bisa dibilang yang enggak-enggak lainnya. Tapi sialnya, ketika dilantai 2 mereka berpapasan dengan si Mirna yang baru dari kamar mandi. Mirna yang selama ini jealous dengan kesexy-an Indah , perhatiin Indah dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Tiba-tiba si Mirna ketawa sinis ”Napa lo Van”.

”Sedikit mabok Mir” jawab Indah sekenanya.

”Mabok apa lo? Mabok peju kelihatannya” kata Mirna nyelekit sambil mandangi paha Indah . Reflek Indah nengok kebawah, betapa kagetnya Indah , karena dia baru sadar tadi belum bersihin leleran peju Johan dan pejunya sendiri. Lelehan peju mengalir dari dalam vagina Indah , sampai lututnya. Cukup banyak, sehingga kelihatan jelas. PIASS! Muka Indah langsung memerah. Indah langsung berpaling, sedang Mirna terkekeh senang.

”Kalo elo kelihatannya malah kekurangan peju neh. Mana ada cowo yang ikhlas kasi pejunya ke cewe kerempeng kayo elo?” tiba-tiba Johan nyeletuk pedes.

Muka Mirna berubah dari merah, kuning sampai jadi ungu. ”Heh, gue juga punya cowok yang mau ngentot sama gue tanpa gue minta” balas Mirna ketus.

”Nah, berarti kan lo bedua sama, sama- sama butuh penis & pejunya. Napa saling hina. Urus aja urusan lo masing-masing, dan kenikmatan lo masing-masing. Ga usah saling sindir” tandas Johan.

Mirna langsung terdiam, dan ngloyor masuk dalam kamarnya. Indah sedikit terkejut, ga nyangka kalo si bejat Johan bisa ngomong cerdas seperti itu. Betul-betul penyelamatnya. Setelah ditidurkan di ranjangnya Johan pamit ”Gue cao dulu ya Van. Joks buat malam ini. Betul-betul sex yang hebat. Baru kali ini gue ngrasain. Kalo lo pengen, call gue aja ya. penisl gue selalu siap melayani hehe”.

”Enak aja. Ini pertama dan terakhir Jo. Kapok gue naik mobil lo” balas Indah pedas.

Johan cuma tartawa saja, lalu berbalik menutup pintu dan pergi. Sebenarnya Indah merasakan hal yang sama dengan Johan, betul-betul sex yang luar biasa malam ini. Indah ragu-ragu, bila Johan ngajak lagi, emang dia bakal langsung nolak. Kok ga yakin ya? Sialan maki Indah pada diri sendiri.

Sekarang gue butuh tidur. Dalam sekejap Indah langsung terlelap, tanpa berganti pakaian.

sekian dari cerita sex numpang di dalam mobil temanku